Tak Lama Usai ‘Helen Dkk, Dirresnarkoba Polda Jambi Kembali Tangkap Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Siapa Bandar di Baliknya?

JAMBI.MPN – Beberapa waktu lalu, Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jambi menangkap bandar besar narkoba wilayah Jambi bernama Helen dan komplotannya yang membangun basecamp penjualan narkotika di tengah pemukiman masyarakat.

Tidak lama setelah itu kini Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jambi kembali menyita 12 kilogram sabu dari tiga orang tersangka pelaku pengedar narkotika.

Dirresnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Ernesto Seiser di Jambi, Selasa, menjelaskan tiga tersangka pelaku itu adalah M, AY dan IW, semuanya berperan sebagai kurir.

Ketiganya diduga terlibat dalam peredaran narkotika jaringan internasional.

“Narkoba ini diindikasikan berasal dari Malaysia,” katanya.

Pengungkapan ini bermula pada 26 Januari 2025. Aparat kepolisian mendapatkan informasi mengenai adanya peredaran narkotika yang akan masuk ke Jambi. Personel bergerak menuju Simpang 35 Muaro Jambi, dan mencegah terduga pelaku M saat diperjalanan.

Kemudian tim menggeledah kendaraan pelaku dan mendapati koper berisi 10 paket besar sabu.

“Dari penggeledahan tersebut polisi dapat dua kilogram sabu, tim kemudian berhasil amankan lagi barang bukti lainnya di Mendalo, Muaro Jambi, untuk sisa barangnya (sabu),” katanya.

Ernesto menjelaskan dari pengakuan tersangka M, pada November 2024 pelaku sudah memasukkan satu kg ke Jambi. Pelaku M mengaku, bahwa barang dibawa dari Tembilahan, Riau.

Polisi lalu melakukan pengembangan di Tembilahan, Riau. Di sana, dua pelaku lainnya berhasil ditangkap.

Pelaku IW mengaku mendapat upah Rp 30 juta untuk setiap kilo sabu, sedangkan upah tersangka M sebesar Rp 10 juta.

Polisi juga memburu terduga pelaku lainnya berinisial F dan D yang diduga terlibat.

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil menyelamatkan 58.842 jiwa. Sedangkan besaran 12 kg sabu itu senilai Rp 15 miliar.

Ketiga pelaku dijerat Pasal 132 tentang pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika Jo pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 UU nomor 34 tahun 2009 dengan ancaman pidana 20 tahun penjara atau hukuman mati dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Ketua Konsorsium Pemberantasan Narkoba (KPN) Lubis, menanggapi kejadian ini, kalau memang pihak kepolisian ingin memberantas habis narkotika, kami mendorong pihak yang berwenang khususnya Polda Jambi agar memberi hukuman yang berat kepada para bandar tersebut, karna jelas tindakan mereka berdampak kepada masyarakat banyak, terutama generasi kita.

Kini yang menjadi pertanyaan lanjut Lubis, dari penangkapan 12 kg Sabu ini, siapakah dalang atau bandar besar dibaliknya sehingga bisa masuk ke wilayah Jambi, pasti ada yang masih bermain?.

“Kami sangat berharap pihak yang berwenang terutama Polda Jambi dapat menyelidiki dan mengusut tuntas terkait persoalan Narkotika yang tak juga kunjung tuntas di Provinsi Jambi ini, sampai sekarang yang kita cek dibeberapa lokasi masih banyak Basecamp Narkotika yang kini masih beroperasi, siapa yang punya?Tutupnya”

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *