Tingkatkan Keselamatan Laut, Ditpolairud Polda Jambi Latih Water Rescue Karyawan BI di Pulau Berhala

KEPRI-MPN-Pulau Berhala – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi kembali unjuk kiprah dalam menjaga keselamatan di perairan. Kali ini, Ditpolairud dipercaya menjadi narasumber dalam Pelatihan Water Rescue bagi para karyawan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi, yang digelar selama dua hari penuh di Pulau Berhala, Kepulauan Riau, 25–26 Juli 2025.

Dua instruktur terbaik Ditpolairud Polda Jambi, yakni Iptu Azman dan Bripka Dafid Febrian, tampil membagikan ilmu dan pengalaman mereka, mulai dari teori penyelamatan di air hingga praktik langsung di laut lepas.

Materi Lengkap, Praktik Langsung di Laut.

Hari pertama diisi dengan materi intensif yang mencakup:

Sosialisasi tugas dan peran Polairud sebagai tim penyelamat.

Pengenalan alat-alat Water Rescue.

Teknik bertahan hidup di laut (Sea Survival).

Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).

Teknik penyelamatan korban tenggelam di permukaan dan dalam air.

Skin Diving Rescue.

Underwater Rescue.

Sementara pada hari kedua, seluruh peserta ditantang langsung untuk melakukan praktik penyelamatan di laut, dengan pengawasan ketat dan prosedur keselamatan tinggi.

Cetak “Rescuer” Pemula dari Lembaga Keuangan

Melalui program bertajuk Matra Laut, Bank Indonesia Perwakilan Jambi menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas SDM, termasuk dalam aspek non-finansial seperti keselamatan kerja di perairan.

“Pelatihan berlangsung lancar dan penuh antusias. Kami sangat mengapresiasi kontribusi Ditpolairud Polda Jambi yang telah menjadi mitra strategis kami,” ujar perwakilan pimpinan BI Jambi usai kegiatan.

Wujud Kepedulian pada Keselamatan Perairan.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi menegaskan bahwa pelatihan semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran publik terhadap keselamatan laut.

“Semoga semakin banyak masyarakat, termasuk instansi swasta maupun pemerintah, yang tergerak untuk memahami pentingnya teknik penyelamatan di air. Ini bukan sekadar keterampilan, tapi juga penyelamat nyawa,” ungkapnya.

Pelatihan ini bukan hanya memperkuat sinergi antar-lembaga, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan budaya keselamatan maritim di Indonesia, khususnya di wilayah Jambi dan sekitarnya.

(Shee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *