Bandung | MPN — Sabar sering disalahartikan sebagai sikap pasif, diam, atau menahan diri tanpa reaksi. Padahal, makna sejati sabar justru terletak pada kemampuan seseorang untuk tetap bertahan dan terus berharap, meski berada dalam situasi sulit.
“*Sabar itu bertahan dan terus berharap. Begitu kita berhenti berharap dan tidak lagi mau berusaha, berarti kita sudah tidak sabar*,” bunyi pesan yang ramai dibagikan di media sosial belakangan ini.
Sabar bukan berarti tidak boleh menangis, marah, atau mengeluh. Manusiawi jika seseorang merasakan emosi dalam menghadapi ujian. Yang terpenting, emosi itu tidak berujung pada keputusasaan.
“Orang yang sabar bukan berarti tidak boleh nangis, tidak boleh marah, tidak boleh merintih. Boleh! Selama tidak berlebihan. Yang tidak boleh itu cuma menyerah,” demikian lanjutan pesan tersebut.
Nilai ini menjadi pengingat bahwa kesabaran bukan soal menahan perasaan, tapi tentang kekuatan untuk terus melangkah meski luka dan kecewa masih terasa. Karena dalam setiap ujian, selalu ada harapan yang menunggu di ujung perjalanan.***
@lfakir/ JR



