JAMBI.MPN-Tanjab Barat – Di tengah pesatnya perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), muncul kisah inspiratif dari seorang ibu rumah tangga yang berhasil mengubah sesuatu yang dianggap tak bernilai menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Adalah Ny. Riko, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjung Jabung Barat, yang sukses mengembangkan kerajinan keranjang buah berbahan dasar eceng gondok. Tanaman air yang selama ini dikenal sebagai gulma pengganggu, justru di tangannya disulap menjadi produk kerajinan yang unik, estetik, dan memiliki daya saing di pasaran.
Berawal dari ketertarikan sederhana terhadap kerajinan tangan, Ny. Riko mulai bereksperimen memanfaatkan eceng gondok yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Dengan ketekunan dan proses belajar yang tidak instan, ia berhasil mengolah tanaman tersebut melalui tahapan pengeringan, pemilahan, hingga teknik penganyaman yang rapi dan kuat.
Setiap keranjang yang dihasilkan bukan sekadar produk, melainkan karya yang memiliki karakter khas. Seluruh proses dikerjakan secara manual, membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi, sehingga menghasilkan produk dengan sentuhan personal yang tidak bisa ditiru oleh produksi massal.
“Yang membuat produk ini berbeda adalah prosesnya. Semua dibuat dengan tangan, jadi tiap keranjang punya keunikan sendiri,” ungkapnya.
Namun, perjalanan usaha ini tidak selalu mulus. Ny. Riko menghadapi berbagai tantangan klasik UMKM, mulai dari keterbatasan akses pasar, proses produksi yang memakan waktu, hingga fluktuasi permintaan. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkembang.
Dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi, ia perlahan memperluas jangkauan pasar. Upaya ini mulai menunjukkan hasil, di mana produk kerajinan eceng gondok kini semakin diminati karena nilai estetika dan konsep ramah lingkungannya.
Tak hanya berdampak pada perekonomian keluarga, usaha ini juga menjadi bentuk pemberdayaan diri sekaligus pemanfaatan potensi lokal. Eceng gondok yang sebelumnya dianggap masalah lingkungan, kini justru menjadi sumber peluang.
Dukungan dari lingkungan Persit juga menjadi faktor penting dalam perjalanan usahanya. Melalui pembinaan dan motivasi organisasi, Ny. Riko terus didorong untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian ekonomi.
Saat ini, kerajinan keranjang buah miliknya tengah dipersiapkan untuk tampil dalam ajang “Persit Bisa 2”, sebuah wadah bagi anggota Persit untuk menunjukkan inovasi dan potensi usaha. Produk Ny. Riko bahkan dipercaya menjadi salah satu unggulan yang mewakili Kodim 0419/Tanjung Jabung.
Keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi momentum penting, tidak hanya untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para ibu dalam membangun usaha mandiri.
Lebih dari sekadar kerajinan, karya Ny. Riko menjadi simbol bahwa kreativitas dan ketekunan mampu mengubah hal sederhana menjadi bernilai tinggi. Kisah ini sekaligus menjadi bukti bahwa dari tangan-tangan terampil, lahir peluang besar yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, hingga lingkungan.
Dari eceng gondok yang dulu dianggap tak berguna, kini lahir karya yang membanggakan—membuktikan bahwa peluang selalu ada bagi mereka yang mau berusaha.
(Susi Lawati)




