Dugaan Kasus Viral, UIN STS Jambi Ambil Sikap Keras: Jabatan Wakil Dekan Dibekukan

JAMBI.MPN – Langkah tegas dan cepat diambil UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam merespons gelombang sorotan publik terkait dugaan keterlibatan seorang oknum dosen berinisial Dr. Dk. Kasus yang viral di media sosial ini langsung memicu reaksi keras dari internal kampus demi menjaga marwah dan integritas akademik.

Tanpa menunggu lama, pihak kampus langsung “turun tangan”. Dalam pernyataan resminya, institusi menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran etik di lingkungan akademik. Seluruh sivitas akademika diwajibkan tunduk pada kode etik, disiplin, dan norma yang berlaku—tanpa pengecualian.

Sebagai bentuk keseriusan, jabatan strategis yang diemban oknum tersebut langsung dibekukan. Posisi sebagai wakil dekan dicopot sementara demi memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif dan bebas intervensi. Tidak hanya itu, seluruh aktivitas yang bersangkutan—baik di dalam maupun di luar kampus—ikut dihentikan sementara.

Langkah ini semakin menunjukkan bahwa kampus tidak ingin bermain-main. Rektor Kasful Anwar bahkan secara langsung memerintahkan pemeriksaan etik menyeluruh untuk mengungkap fakta sebenarnya. Jika terbukti melanggar, sanksi tegas dipastikan menanti sesuai aturan yang berlaku.

Lebih jauh, aktivitas akademik seperti mengajar, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat juga “dibekukan” sementara. Ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi benar-benar menjaga kredibilitasnya di tengah sorotan publik.

Di sisi lain, kampus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Oknum dosen tersebut diminta kooperatif dan tidak melakukan intervensi selama proses hukum dan etik berjalan.

Tak hanya bersikap tegas, pihak kampus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul. Mereka menegaskan bahwa tindakan individu tidak mencerminkan wajah institusi yang selama ini menjunjung tinggi nilai integritas, moralitas, dan profesionalisme.

Saat ini, proses penelusuran internal masih terus berlangsung. Pihak kampus mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing spekulasi liar yang dapat memperkeruh suasana.

Kasus ini menjadi ujian besar bagi dunia akademik—apakah integritas benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu. Publik kini menanti, seberapa jauh langkah tegas ini akan berlanjut.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *