JAMBI.MPN _ Pengamat ekonomi perkotaan Jambi, Noviardi Ferzi, menyoroti keberadaan pagar seng proyek pembangunan kantor Bank Indonesia di Kota Jambi yang dinilai mengganggu akses publik dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.
Menurut Noviardi, proyek strategis lembaga negara tetap harus memperhatikan tata ruang kota, keselamatan pengguna jalan, serta kepentingan masyarakat sekitar. Ia menilai pemasangan pagar proyek yang memakan bahu jalan berpotensi mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
“Pembangunan itu penting, tetapi ruang publik juga harus dijaga. Ketika bahu jalan dipakai terlalu jauh untuk pagar proyek, maka dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama terhadap kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya, Selasa (5/5).
Ia mengatakan, di kawasan perkotaan seperti Kota Jambi, setiap proyek pembangunan semestinya mengedepankan prinsip keterbukaan informasi dan mitigasi dampak sosial. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh penjelasan terkait batas proyek, izin penggunaan ruang jalan, hingga jangka waktu pengerjaan.
Noviardi juga menyayangkan sikap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi yang belum memberikan penjelasan terbuka terkait keluhan masyarakat tersebut. Padahal, menurutnya, komunikasi publik sangat penting agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Lembaga sebesar Bank Indonesia tentu memiliki standar tata kelola yang baik. Karena itu publik berharap ada penjelasan resmi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu melakukan evaluasi terhadap keberadaan pagar proyek yang dinilai menjorok ke badan jalan.
Evaluasi itu penting untuk memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan umum.
“Jangan sampai proyek yang bertujuan meningkatkan pelayanan justru menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat. Solusinya harus dicari bersama dengan mengedepankan kepentingan publik,” tutupnya.
(Susi Lawati/Tim Media)




