Kebangkitan Budaya Sunda Jadi Sorotan, Narasi Negatif Dipertanyakan

Bandung, MPN – Fenomena kebangkitan budaya Sunda yang mulai kembali menguat di ruang publik menuai beragam tanggapan. Di satu sisi, hal ini dipandang sebagai langkah positif dalam menjaga identitas dan warisan leluhur. Namun di sisi lain, muncul pula narasi negatif yang mempertanyakan bahkan mencurigai gerakan tersebut.

Sejumlah kalangan menilai, respons berbeda justru terlihat ketika budaya dari suku lain seperti Bali atau Jawa ditampilkan. Ekspresi budaya mereka cenderung diterima sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan menjadi kebanggaan bersama. Kondisi ini memunculkan pertanyaan: mengapa kebangkitan budaya Sunda justru kerap disikapi dengan kecurigaan?.

Deden Dinar Mukti (Sekum DPW PPSI Jabar)

Pengamat sosial budaya menyebut, kebangkitan ini bukanlah upaya menghidupkan kembali sistem kekuasaan lama atau “rarajaan”, melainkan bentuk penguatan jati diri dan identitas masyarakat Sunda yang selama ini dinilai kurang mendapat ruang.

“Ini bukan soal kekuasaan, tapi nilai. Yang diangkat adalah kebijaksanaan leluhur, bukan struktur lama,” ujar salah satu tokoh budaya di Jawa Barat.

Lebih lanjut, kebangkitan budaya Sunda dinilai sebagai bentuk kesadaran kolektif masyarakat untuk kembali terhubung dengan akar sejarahnya. Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, langkah ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan identitas lokal dengan perkembangan zaman.

Selain itu, sejumlah pihak juga mengaitkan fenomena ini dengan tantangan global seperti perang informasi atau proxy war yang dinilai dapat menggerus nilai-nilai budaya bangsa secara perlahan.

Dalam konteks tersebut, langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dinilai sebagai bentuk keberanian dalam menghadirkan budaya Sunda ke ruang publik. Tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai kekuatan sosial dan kultural yang hidup di tengah masyarakat.

“Ini momentum langka. Tidak semua pemimpin berani berdiri di atas akar budayanya sendiri,” ungkap seorang pemerhati kebijakan publik.

Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, kebangkitan budaya Sunda saat ini dipandang sebagai upaya strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus memperkaya keberagaman nasional.

Pada akhirnya, perdebatan yang muncul bukan lagi soal alasan kebangkitan budaya Sunda, melainkan mengapa upaya tersebut justru memunculkan resistensi di sebagian kalangan.***

#BudayaSunda #JawaBarat #DediMulyadi #KearifanLokal #IdentitasBangsa #BudayaIndonesia #MPNNews #SundaBangkit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *