Leuit Salawe, Rahasia Ketahanan Pangan Kampung Adat Sunda Terungkap, MASDA Jabar: Teknologi Buhun Lebih Unggul dari Masa Kini

Sukabumi, MPN – Tim inti Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar) melakukan kunjungan budaya dan penelitian kearifan lokal ke Kampung Adat Gelar Alam, Sukabumi, pada April 2026. Dalam kunjungan tersebut, tim yang terdiri dari Dany Hilman, Rr Okky JJ, Oman R bersama anggota lainnya berhasil mengungkap rahasia besar di balik kekuatan ketahanan pangan masyarakat adat Sunda tempo dulu melalui konsep “Leuit Salawe”.

Rombongan MASDA Jabar disambut langsung oleh tokoh Kampung Adat Gelar Alam seperti Ugi dan Yoyo. Dalam kegiatan tersebut, tim mendalami sistem adat tradisi, ketahanan pangan, ketahanan lingkungan hingga identifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat.
Fokus utama penelitian tertuju pada sistem penyimpanan padi dan beras tradisional yang dikenal dengan konsep Leuit Salawe, Leuit Warga, Leuit Rurukan, dan Leuit Jimat.

Sistem tersebut diyakini menjadi salah satu rahasia utama mengapa kampung-kampung adat di Tatar Sunda mampu bertahan menghadapi berbagai kondisi ekstrem, mulai dari kemarau panjang hingga hujan dengan curah tinggi, tanpa mengalami krisis pangan.

Menurut Bunda Okky, pengalaman mereka saat berkunjung ke kawasan adat memperlihatkan bukti nyata keunggulan teknologi penyimpanan pangan tradisional Sunda.
“Ketika kami berkunjung ke Cipta Gelar, kami disuguhi beras yang sudah disimpan selama 15 tahun namun masih bersih, segar, utuh dan tidak dimakan kutu. Ini membuktikan bahwa cadangan logistik mereka siap hingga belasan tahun ke depan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, konsep Leuit Salawe merupakan sistem penyimpanan pangan berjangka panjang dengan teknologi buhun Sunda yang mampu menjaga kualitas padi hingga puluhan tahun. Hal itu dinilai jauh lebih efektif dibanding sistem gudang modern saat ini yang sering ditemukan mengalami kerusakan stok meski baru disimpan beberapa tahun.

“Di sinilah kita harus mengakui bahwa konsep ketahanan pangan kampung adat dengan teknologi Leuit Sunda ternyata lebih unggul dari teknologi penyimpanan modern saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dany Hilman menegaskan bahwa masih banyak teknologi masa lalu yang tersimpan dan terjaga di kampung-kampung adat yang justru lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibanding teknologi modern.

“Mulai dari teknologi pupuk alami, sistem pertanian anti hama, pondasi rumah tahan gempa, hingga pengelolaan sumber daya alam tanpa merusak lingkungan, semuanya masih terjaga di kampung adat,” katanya.

Hal senada disampaikan Ki Pamanah Rasa Abah Oman R yang menyoroti sistem keamanan lingkungan masyarakat adat melalui konsep “jaga baya” yang hingga kini mampu menciptakan kondisi zero kriminalitas.
“Dengan konsep sederhana, masyarakat adat tetap mampu menjaga harmoni, rasa aman, hidup sehat dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ketua Umum MASDA Jabar, Anton Charliyan menegaskan bahwa kampung adat sesungguhnya menyimpan mutiara peradaban yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Kampung adat yang sering dianggap sederhana ternyata menyimpan banyak rahasia besar. Tidak heran mereka mampu bertahan di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi,” tegasnya.

Menurutnya, hampir tidak pernah terdengar adanya masyarakat kampung adat yang mengalami kelaparan, stunting, penyakit berat, hingga dampak besar saat pandemi Covid-19 melanda dunia.
“Pertanyaannya, ada apa sebenarnya di balik kearifan lokal kampung adat sehingga mereka mampu tetap survive, mandiri, menjaga keamanan lingkungan dan menciptakan ketahanan pangan tanpa banyak slogan?” pungkas Anton Charliyan.

MASDA Jabar menilai, berbagai konsep kehidupan masyarakat adat Sunda layak dijadikan bahan pembelajaran nasional dalam membangun ketahanan pangan, pelestarian lingkungan dan harmoni sosial di masa depan.***

@RedMPN
#MASDAJabar #LeuitSalawe #KampungAdat #KetahananPangan #KearifanLokal #BudayaSunda #CiptaGelar #TatarSunda #AntonCharliyan #DanyHilman #BundaOkky #KampungAdatSunda #JawaBarat #MPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *