JAMBI.MPN – Pemandangan yang tak biasa sekaligus mengundang tanda tanya publik terjadi di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Rumah Dinas Camat Telanaipura yang semestinya menjadi fasilitas penunjang tugas pemerintahan, kini justru diduga dialihfungsikan menjadi depot atau tempat pembuangan sampah sementara (TPS).
Kondisi tersebut menuai sorotan tajam dari aktivis lingkungan hidup Jambi, Aidil Putra. Ia menilai alih fungsi rumah dinas menjadi lokasi penampungan sampah merupakan fenomena yang ironis dan mencerminkan buruknya tata kelola fasilitas pemerintah.
“Ini sangat ironis. Bagaimana mungkin rumah dinas camat justru berubah menjadi depot sampah? Kalau rumah dinas sampai dijadikan tempat sampah, berarti ada sesuatu yang tidak beres. Ini tidak wajar dan tidak layak terjadi,” kata Aidil kepada awak media, Rabu (17/6/2026).

Menurut Aidil, rumah dinas dibangun menggunakan anggaran negara dan diperuntukkan sebagai tempat tinggal pejabat yang sedang menjalankan tugas, bukan untuk menumpuk sampah. Terlebih lagi, Telanaipura merupakan kawasan strategis yang menjadi pusat pemerintahan dan salah satu wajah Kota Jambi.
“Telanaipura ini etalase ibu kota provinsi. Kawasan ini seharusnya bersih, tertata, dan menjadi contoh bagi wilayah lain. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, rumah dinas pemerintah dijadikan depot sampah. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar,” tegasnya.
Keberadaan depot sampah tersebut juga disebut mulai berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitarnya. Seorang pedagang kuliner yang berjualan tidak jauh dari lokasi mengaku terganggu dengan aroma tidak sedap yang berasal dari tumpukan sampah.
“Kami menjual makanan. Kalau angin mengarah ke tempat usaha, bau sampahnya sangat menyengat. Kondisi ini membuat pelanggan tidak nyaman dan tentu berdampak pada usaha kami,” ujarnya.
Aidil pun mendesak Pemerintah Kota Jambi agar segera mengambil langkah cepat dan konkret. Ia meminta Wali Kota Jambi turun tangan mengevaluasi kebijakan tersebut serta mengembalikan fungsi rumah dinas sebagaimana mestinya.
“Jangan sampai fasilitas negara kehilangan marwahnya. Rumah dinas harus dikembalikan sesuai peruntukannya, bukan menjadi tempat penumpukan sampah. Pemerintah harus segera membenahi persoalan ini demi menjaga wajah dan kenyamanan Kota Jambi,” pungkasnya.
(Susi Lawati)




