Polsek Pauh Pimpin Operasi Lima Hari, Bocah Korban Tenggelam di Sungai Batang Tembesi Akhirnya Ditemukan

JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun – Setelah lima hari melakukan pencarian tanpa henti, tim gabungan akhirnya menemukan jasad bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Batang Tembesi, Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Operasi pencarian yang dipimpin langsung Kapolsek Pauh, IPTU H. Simangunsong, SH, berakhir pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 09.50 WIB.

Korban diketahui bernama Muhammad Fajri Setiawan (8), warga RT 04 Kelurahan Pauh. Jenazah korban ditemukan sekitar tujuh kilometer dari titik awal lokasi dilaporkan tenggelam sebelum kemudian dievakuasi oleh tim gabungan.

Sejak laporan diterima, Polsek Pauh bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian, meminta keterangan saksi, sekaligus mengoordinasikan operasi pencarian bersama BPBD Sarolangun, Tim Basarnas Bungo, Damkar Sarolangun, pemerintah Kecamatan dan Kelurahan Pauh, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir aliran Sungai Batang Tembesi selama lima hari. Berkat sinergi seluruh unsur yang terlibat, korban akhirnya berhasil ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang sejak awal terus menanti kabar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban bersama enam orang temannya mandi di tepian Sungai Batang Tembesi. Diduga korban terseret arus hingga tenggelam. Dua rekannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat korban tidak berhasil diselamatkan dan hilang.

Usai dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan. Seluruh rangkaian pencarian hingga proses evakuasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolsek Pauh IPTU H. Simangunsong, SH menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel tim gabungan, relawan, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan selama operasi pencarian berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama tanpa mengenal lelah selama proses pencarian. Kami turut berduka cita atas musibah ini. Ke depan kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama di musim dengan arus sungai yang cenderung deras. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, tim penyelamat, dan masyarakat dalam operasi ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam penanganan musibah kemanusiaan.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *