Polwan di Garda Depan, Aksi Damai di Polres Sarolangun Berlangsung Humanis dan Kondusif

JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun — Pemandangan berbeda terlihat di depan gerbang Markas Komando Polres Sarolangun, Kamis (26/2/2026). Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) berdiri di barisan terdepan pengamanan saat berlangsung aksi damai yang digelar oleh massa dari LSM Aliansi Jurnalis Bersatu. Pendekatan humanis yang ditampilkan aparat kepolisian tersebut berhasil menciptakan suasana aman, tertib, dan kondusif sepanjang kegiatan berlangsung.

Sebanyak enam orang peserta aksi menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka di depan gerbang Mapolres. Meski jumlah massa relatif kecil, pengamanan tetap dilakukan secara profesional dengan mengedepankan komunikasi persuasif, tanpa adanya tindakan represif.

Kehadiran Polwan di garis depan pengamanan menjadi simbol komitmen Polres Sarolangun dalam menjunjung tinggi prinsip pelayanan masyarakat serta menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Petugas Polwan tampak berinteraksi dengan peserta aksi secara santun dan dialogis, bahkan beberapa kali terlihat membantu mengatur posisi massa agar tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Pendekatan yang humanis tersebut mendapat respons positif dari peserta aksi yang tetap menyampaikan aspirasi secara tertib.

Kapolres Sarolangun melalui petugas pengamanan di lapangan menegaskan bahwa kepolisian hadir untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman sekaligus melindungi hak konstitusional warga.

“Aksi penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang dilindungi undang-undang. Tugas kami memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Setelah menyampaikan tuntutan secara bergantian menggunakan pengeras suara, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib tanpa insiden berarti. Situasi di sekitar Mapolres kembali normal dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

Pendekatan humanis yang ditunjukkan aparat, khususnya Polwan, menjadi contoh praktik pengamanan aksi yang mengedepankan dialog, empati, dan profesionalisme, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *