MPM.NET.-JABAR- Pemerintah Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah pada Senin (07/07/2025). Bertempat di Aula Desa Cimekar, kegiatan ini diikuti puluhan warga dari berbagai RT dan RW.

Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Ilmu Pemulasaraan Jenazah
Kades Cimekar Iwan Darmawan, S.Ip, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang perawatan jenazah sesuai tuntunan agama Islam.

“Peserta dilatih mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan hingga menguburkan jenazah,” jelas Kades.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Pemdes meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam aspek sosial keagamaan.
Didanai Dana Desa 2025, Pelatihan Hadirkan pemateri berkompeten
Kegiatan ini dibiayai melalui Dana Desa tahun anggaran 2025. Pemdes menghadirkan narasumber berpengalaman yaitu Drs.H.Moh.Kholillullah (MUI Desa) dan K.H. Uus Usman SM (MUI Kecamatan). Yang menyampaikan materi secara lengkap dan mudah dipahami.
Tak hanya teori, peserta juga diajak praktik langsung tata cara pemulasaraan sesuai syariat. Semua tahap dilakukan dengan panduan yang benar agar warga dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Pelatihan Pemulasaraan Jenazah, Pemdes Cimekar untuk tingkatkan Kepedulian Warga. Pelatihan pemulasaraan jenazah ini menjadi langkah konkret Pemdes Cimekar dalam membina warganya. Kegiatan semacam ini penting tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mempererat nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Masyarakat Antusias, Nilai Pelatihan Sangat Bermanfaat
Salah satu peserta, Ustadz Engkus, mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat.
“Pelatihan ini memberi pengetahuan baru bagi saya. Terima kasih Pemdes Cimekar yang memberikan ilmu sesuai syariat,” ujarnya.
Kepala Desa Cimekar menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk edukasi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kami harap pelatihan ini bisa menumbuhkan kesiapan dan kepedulian warga dalam merawat jenazah dengan benar dan penuh empati,” pungkasnya.
Penting tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mempererat nilai-nilai sosial dan keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat..**(Aspa)




