Wakil Bupati Bandung Hadiri Reses Dr.Praniko Imam Sagita S.H.,M.H. dari Fraksi Partai Gerindra Dapil 3 Masa Sidang III DPRD Kabupaten Bandung Tahun 2025

MPN.- JABAR– Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Wakil Ketua Komisi B DPRD Fraksi Gerindra Dapil 3 Dr.Praniko Imam Sagita S.H.,M.H.,menggelar Reses Masa Sidang III Tahun 2025 Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, kepala Desa Cimekar Iwan Darmawan, tokoh Agama, tokoh masyarakat, tamu undangan konstituen lainnya yang dilaksanakan di Balai musyawarah / Balai Pertemuan Komplek Polda RW 06 Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung,
Rabu 20 Agustus 2025.

Wakil Ketua Komisi B DPRD kabupaten Bandung, Dr.Praniko Imam Sagita S.H.,M.H., dalam masa istirahat sidang ( Reses ) III tahun 2025, sudah menjadi kewajiban anggota Dewan untuk temui konstituennya dalam menampung aspirasi juga usulan – usulan masyarakat terutama di dapil nya.

Dalam Sambutannya Wakil Bupati Bandung Mengatakan,’ Terima kasih saya bisa bersilaturahmi di acaranya reses Praniko di Cimekar ini, kebetulan saya satu partai dengan praniko, kita berkomitmen berkolaborasi antara Yudikatif dan Legislatif dalam membangun Kabupaten Bandung terutama di 4 krusial permasalahan di Kabupaten Bandung yaitu masalah kemacetan, banjir, Pengangguran dan Tataruang,” ucapnya.

Dr.Praniko Imam Sagita S.H.,M.H.,mengucapkan banyak terima kasih kepada semua masyarakat juga tamu undangan yang hadir, dalam pelaksanaan Reses masa sidang III DPRD kabupaten Bandung, kita akan selalu siap dalam berkolaborasi bersama pemerintahan Cileunyi baik dari Forkopincam, Kapolsek, Koramil dan Kepala desa serta para tokoh masyarakat dalam mengembangkan pembangunan di Cileunyi, supaya Cileunyi lebih maju lagi, dan selalu meningkatkan dan menjunjung tinggi tali silaturahmi dan persaudaraan.

Kami juga berharap, tentunya sudah banyak usulan – usulan yang di minta oleh masyarakat dan mungkin tidak semuanya akan terkaper, jadi harapan kami mudah – mudahan kita tetep ada skala prioritas tentang usulan – usulan tersebut. Apalagi sekarang dengan kebijakan efisiensi yang berdampak terhadap persediaan dana open biaya untuk realisasikan pembangunan tersebut.” Jelas Praniko
*(Aspa)*

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *