JAMBI.MPN – Kasus kematian Aryadi, warga Desa Pemayungan, Kabupaten Tebo, yang meregang nyawa usai ditembak anggota Polsek Sumay pada 3 Agustus 2025, semakin berbau skandal. Aroma dugaan extra judicial killing alias eksekusi di luar hukum makin kuat.
Hari ini, Jumat (10/10/2025), istri almarhum, Rismawati, dengan wajah tegar meski penuh luka batin, mendatangi Propam Polda Jambi. Ia tak sendiri. Didampingi pengacara tangguh Ramos Hutabarat dan tim, Rismawati menjalani pemeriksaan khusus yang digelar Bidang Profesi dan Pengamanan.
“Saya datang memenuhi undangan penyidik Propam. Harapan saya jelas, agar kematian suami saya diusut tuntas dan pelaku diproses setegas-tegasnya,” tegas Rismawati usai pemeriksaan.
Luka Misterius di Tubuh Aryadi, Polisi Ditantang Buka-bukaan Fakta
Keluarga menolak narasi kepolisian yang menyebut Aryadi tewas ditembak karena melawan saat ditangkap dengan barang bukti sabu 98,62 gram.
Kuasa hukum menyebut ada kejanggalan serius pada tubuh korban:
Tiga luka tembak di kaki,
Lebam di kepala,
Luka tusuk di leher.
Semua itu terlihat jelas ketika jenazah dimandikan. Fakta mencengangkan ini membuat tudingan penganiayaan brutal kian sulit terbantahkan.
“Ini bukan sekadar salah prosedur, tapi indikasi eksekusi di luar hukum. Kami desak dilakukan ekshumasi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Aryadi,” tandas Ramos Hutabarat dengan nada keras.
Perlawanan Keluarga Mengguncang: Mabes Polri & Komnas HAM Ikut Diseret
Tak puas hanya di level daerah, Ramos Hutabarat mengambil langkah hukum lebih tinggi. Surat resmi sudah dikirim ke Mabes Polri dan Komnas HAM.
Mabes Polri diminta turun tangan langsung agar kasus ini tak dipeti-eskan di daerah.
Komnas HAM digandeng untuk menyorot aspek pelanggaran HAM berat atas hilangnya nyawa Aryadi.
“Komnas HAM bahkan sudah membalas surat kami dan meminta data-data. Itu segera kami lengkapi. Kebenaran harus terungkap, apapun risikonya,” ujar Ramos.
Kasus Aryadi Jadi Sorotan Nasional
Kasus ini bukan lagi perkara lokal. Publik kini menunggu, apakah Propam Polda Jambi berani membongkar kebusukan di dalam tubuh institusi Polri, atau justru kasus ini akan berakhir di bawah karpet.
Keluarga Aryadi sudah pasang badan. Tekanan dari pusat hingga Komnas HAM membuat kasus ini kian panas.
Satu hal yang jelas: Kematian Aryadi tidak bisa dibiarkan tenggelam dalam gelapnya impunitas aparat bersenjata.
(Susi Lawati)




