Sindikat TPPO Terstruktur! Gadis Perawan Diperjualbelikan Lintas Provinsi, Pembeli Masih Berkeliaran!

JAMBI.MPN – Jambi kembali dihebohkan oleh kasus perdagangan manusia yang mengiris nurani. Seorang anak di bawah umur, masih perawan, diduga menjadi korban jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang beroperasi lintas provinsi. Sindikat ini disebut dikendalikan oleh dua perempuan berinisial NA dan OK, yang kini telah diamankan Pada tanggal 13 Agustus 2025 oleh penyidik Ditkrimum Renakta PPA Polda Jambi.

Menurut data yang dihimpun, modus sindikat ini sangat keji dan terorganisir. Mereka menjebak korban dengan rayuan hadiah, uang, hingga ponsel baru, sebelum akhirnya diserahkan kepada pembeli yang diduga berada di luar provinsi. Tragisnya, korban bahkan dipaksa menjalani tes keperawanan sebelum “dijual” kepada lelaki hidung belang.

Informasi dari penyidik menyebutkan, kedua mucikari ini sudah mendekam di tahanan hampir dua bulan. Namun publik bertanya-tanya, mengapa pembeli yang disebut berada di Batam belum tersentuh hukum? Padahal, eksploitasi anak di bawah umur termasuk kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang seharusnya menjerat semua pihak yang terlibat — baik penjual maupun pembeli.

Saat dikonfirmasi awak media, Dirkrimum Polda Jambi hanya menegaskan:

“Masih proses. Yang ditahan tetap ditahan. Lagi pengembangan.”

Kasubdit yang menangani kasus ini telah pindah ke Polres Tanjung jabung timur, sementara penggantinya belum ditunjuk. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik akan terhambatnya pengungkapan sindikat TPPO tersebut.

Keluarga korban mendesak Polda Jambi dan Mabes Polri agar tidak hanya berhenti pada penangkapan mucikari. Mereka menuntut pengusutan tuntas hingga ke pembeli dan otak di balik jaringan perdagangan anak ini.

“Anak kami bukan barang dagangan. Kami ingin keadilan ditegakkan, dan pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar keluarga korban.

Kasus ini membuka tabir kelam praktik perdagangan anak di Jambi yang diduga sudah berjalan terstruktur dan sistematis. Jika aparat tidak bertindak cepat, tak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang tengah mengintai giliran.

Kini publik menanti keberanian aparat untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya — membongkar sindikat bejat yang memperjualbelikan kehormatan anak bangsa.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *