JAKARTA.MPN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Jambi. Dr. Woro Handayani, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Jambi, berhasil meraih peringkat lima Nasional pada ajang GTK Award 2025 kategori Kepala Sekolah SMK Transformatif. Penghargaan bergengsi yang digelar di Hotel Ciputra Jakarta pada 24–29 November 2025 ini menjadi kado istimewa bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN).
Sebagai nominasi nasional, Dr. Woro tampil menonjol berkat inovasinya dalam memajukan budaya literasi melalui program unggulan “Satu Guru Satu Buku”. Program yang diluncurkan pada Juli 2024 ini mendorong setiap guru untuk menghasilkan minimal satu karya buku sebagai kontribusi nyata bagi perkembangan pengetahuan dan kreativitas di sekolah.
“Alhamdulillah, program ini disambut antusias oleh guru-guru. Saat ini sudah hampir 70% guru SMKN 2 Kota Jambi berhasil menulis dan menerbitkan buku mereka sendiri,” ungkap Dr. Woro.
Karya-karya tersebut kini menjadi koleksi khusus di perpustakaan sekolah. Dampaknya terasa signifikan: motivasi siswa untuk membaca meningkat, bahkan banyak yang datang khusus untuk membaca karya gurunya sendiri. Dalam jangka panjang, Dr. Woro menargetkan agar setiap kelas mampu menghasilkan karya buku, sehingga budaya menulis tumbuh subur tidak hanya di kalangan guru, tetapi juga siswa.
Pada GTK Award 2025, kategori Kepala Sekolah SMK Transformatif menilai pemimpin yang mampu menggerakkan energi, mengoptimalkan sumber daya manusia, serta menciptakan perubahan nyata dalam mewujudkan sekolah yang adaptif dan inovatif. Dr. Woro dianggap memenuhi kriteria tersebut sebagai pemimpin visioner yang mampu memberdayakan guru, staf, maupun siswa untuk membangun budaya sekolah yang progresif.
Dr. Woro sendiri merupakan peraih peringkat 1 tingkat Provinsi Jambi, sehingga berhak mewakili daerah pada seleksi tingkat nasional. “GTK Award ini saya dedikasikan untuk seluruh keluarga besar SMKN 2 Kota Jambi. Tanpa kerja sama dan semangat perubahan, prestasi ini tidak mungkin tercapai,” tutupnya penuh haru.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari gerakan sederhana, namun dilakukan dengan konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah.
(Susi Lawati)




