JAMBI.MPN — Operasi Keselamatan Siginjai 2026 yang digelar selama 14 hari, sejak 2 hingga 15 Februari 2026, resmi berakhir dengan capaian yang cukup menggembirakan. Pendekatan edukatif dan humanis yang diusung Polda Jambi terbukti mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas secara signifikan.
Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas, total penindakan tilang tercatat sebanyak 72 perkara, terdiri dari 41 perkara melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan 31 perkara non-ETLE. Angka ini menurun dibanding periode sebelumnya. Sebaliknya, jumlah teguran melonjak tajam menjadi 11.887 perkara atau meningkat 139,37 persen, menandakan petugas lebih mengedepankan edukasi ketimbang penindakan.
Tidak hanya penegakan hukum, kepolisian juga menggencarkan kegiatan preemtif dan preventif dalam skala besar. Selama operasi berlangsung, tercatat 45.733 kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (dikmas lantas), 12.526 kegiatan preventif terhadap pengguna jalan, 2.502 kegiatan terhadap kendaraan, serta 1.667 kegiatan terkait kondisi jalan dan lingkungan.
Meski pelanggaran menurun, angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi perhatian. Tercatat 32 kejadian kecelakaan dengan rincian 4 korban meninggal dunia, 6 luka berat, dan 39 luka ringan. Total kerugian materiil mencapai Rp123,7 juta.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa capaian operasi kali ini menunjukkan keberhasilan strategi edukasi dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Penurunan angka tilang menunjukkan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Ke depan, kami akan terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi berkelanjutan,” ujarnya.
Polda Jambi juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh sebagai persiapan menghadapi Operasi Ketupat 2026, khususnya untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat momen mudik Lebaran. Sinergi lintas instansi pun akan diperkuat guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Dengan berakhirnya Operasi Keselamatan Siginjai 2026, kepolisian berharap budaya tertib berlalu lintas tidak hanya muncul saat operasi berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Jambi.
(Susi Lawati)




