Apel Siaga Karhutla 2026, Polres Sarolangun Satukan Kekuatan Hadapi Musim Kemarau

JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap meningkat saat musim kemarau, Polres Sarolangun menggelar Apel Kesiapsiagaan Personel dan Sarana Prasarana Karhutla Tahun 2026, Selasa (21/4/2026) pagi, di Lapangan Mapolres Sarolangun.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Sarolangun, Kompol Sumarno Brutu, S.H, dan diikuti oleh berbagai unsur lintas instansi. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran TNI, pemerintah daerah, hingga stakeholder terkait, seperti BPBD, Satpol PP, Manggala Agni, Damkar, serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Sarolangun.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla yang setiap tahun menjadi ancaman serius di wilayah Jambi, khususnya Sarolangun.

Dalam amanatnya, pimpinan apel menegaskan bahwa kesiapan personel harus diiringi dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini penting agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif di lapangan.

“Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama. Tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama dalam satu komando untuk penanganan yang terpadu,” tegasnya.

Selain kesiapsiagaan, langkah preventif juga menjadi sorotan utama. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat diminta terus digencarkan, terutama terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran besar.

Apel berlangsung dengan khidmat dan tertib, ditandai dengan rangkaian kegiatan mulai dari penghormatan pasukan, pemeriksaan personel dan perlengkapan, penyematan pita tanda operasi, hingga doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 09.30 WIB dalam kondisi aman dan kondusif.

Melalui apel ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat semakin solid, sigap, dan responsif dalam menghadapi potensi karhutla, sehingga risiko bencana dapat ditekan semaksimal mungkin serta lingkungan tetap terjaga.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *