JAMBI.MPN-Kab.Tanjab Timur – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu fenomena El Nino ekstrem mulai diantisipasi serius. Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) menggelar Apel Kesiapsiagaan besar pada Senin (27/4/2026), sebagai langkah awal menghadapi musim kemarau yang diprediksi rawan bencana.
Bertempat di lapangan Mapolres Tanjab Timur, apel dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K., yang menegaskan bahwa kesiapan sejak dini menjadi kunci utama dalam menekan potensi karhutla di wilayah tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Sejumlah pejabat penting dan unsur lintas sektor turut hadir, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI, hingga instansi penanggulangan bencana dan perusahaan swasta. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat sinergi dalam menghadapi ancaman yang setiap tahun menghantui wilayah rawan seperti Tanjab Timur.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa apel ini merupakan langkah preemtif yang tidak bisa ditawar.
“Penanganan karhutla tidak bisa menunggu kejadian. Kita harus bergerak sebelum api muncul, dengan mengedepankan pencegahan sebagai prioritas utama,” tegasnya di hadapan peserta apel.
Berdasarkan prediksi BMKG, potensi karhutla diperkirakan mulai meningkat sejak Mei hingga mencapai puncaknya pada September. Kondisi ini menuntut seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam memantau titik panas (hotspot) yang mulai terdeteksi.
Kapolres juga mengingatkan bahwa dampak karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi bisa meluas hingga mengganggu kesehatan masyarakat, transportasi, bahkan roda perekonomian.
“Karhutla bukan sekadar kebakaran biasa. Dampaknya bisa melumpuhkan aktivitas masyarakat, menciptakan krisis kesehatan, hingga mengganggu stabilitas ekonomi. Ini ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Meski tantangan yang dihadapi tidak ringan, Kapolres tetap optimistis. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan profesionalisme dalam setiap langkah penanganan.
“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, saya yakin kita mampu mengendalikan potensi karhutla ini,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada kesiapan personel, Polres Tanjab Timur juga akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat. Imbauan tegas pun disampaikan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, yang menjadi salah satu penyebab utama karhutla.
“Pencegahan adalah kunci. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun,” tutup AKBP Ade Candra.
Apel ini menjadi sinyal kuat bahwa Tanjab Timur tidak ingin kecolongan menghadapi musim kemarau tahun ini—sebuah langkah awal untuk memastikan langit tetap bersih dari kabut asap yang selama ini menjadi momok tahunan.
(Susi Lawati)




