Koboi Jalanan, Mobil Pengangkut Minyak Dihentikan, Isu Senjata Api Ikut Mencuat, Polisi Didesak Usut Tuntas

JAMBI.MPN-Bahar _ Aroma dugaan aksi bak koboi jalanan mengguncang wilayah Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Sejumlah kendaraan pengangkut minyak mentah dilaporkan sempat dihentikan oleh sekelompok orang pada Senin malam, 18 Mei 2026. Insiden yang memicu ketegangan itu kini menjadi sorotan publik dan mendorong aparat penegak hukum turun tangan melakukan penyelidikan lebih lanjut.(24/05/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar dan para sopir di lokasi kejadian, beberapa orang diduga melakukan penyetopan terhadap mobil pengangkut minyak mentah di tengah perjalanan dengan dalih meminta keterangan kepada pengemudi. Situasi sempat memanas hingga terjadi adu mulut yang menyita perhatian warga sekitar.

“Suasana malam itu tegang. Sopir-sopir terlihat panik karena kendaraan mereka dihentikan di jalan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, beredar pula informasi adanya dugaan permintaan sejumlah uang kepada para sopir yang melintas. Dugaan tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya besar dan belum dapat dipastikan kebenarannya karena masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Yang lebih mengejutkan, muncul kabar adanya dugaan benda menyerupai senjata api yang disebut-sebut dibawa oleh salah satu pihak saat insiden berlangsung. Informasi tersebut sontak memicu keresahan di tengah masyarakat. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian resmi terkait kebenaran isu tersebut.

Peristiwa ini pun menuai perhatian luas. Masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi di balik insiden malam itu, termasuk mengungkap identitas pihak-pihak yang terlibat.

“Kalau benar ada intimidasi atau tindakan melanggar hukum, harus diproses tegas. Jangan sampai masyarakat merasa takut di jalan,” kata salah seorang sopir yang mengaku mengetahui kejadian tersebut.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kronologi lengkap maupun motif di balik aksi penyetopan tersebut. Sementara itu, tim awak media masih terus berupaya menghubungi seluruh pihak yang disebut dalam peristiwa guna memperoleh konfirmasi dan klarifikasi berimbang.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *