Berkedok Galian Kerikil, Dompeng Diduga Sedot Emas Di Batanghari: Nama Oknum Aparat Ikut Mencuat

JAMBI.MPN-Kab.Batang Hari – Aktivitas yang diduga sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan. Di sepanjang aliran Sungai Batanghari wilayah Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, sejumlah rakit dompeng terlihat beroperasi secara terbuka pada Kamis (25/6/2026).

Menariknya, aktivitas tersebut disebut-sebut berkedok penambangan kerikil. Namun berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah alat yang digunakan memiliki karakteristik yang lazim ditemukan dalam aktivitas pencarian emas di dasar sungai. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar benarkah hanya mengambil kerikil, atau ada aktivitas lain yang sebenarnya sedang berlangsung?

Di lokasi, rakit-rakit dompeng tampak bekerja tanpa hambatan. Aktivitas yang diduga telah berlangsung cukup lama itu terkesan berjalan normal tanpa adanya tindakan penertiban yang terlihat di lapangan. Padahal, praktik PETI selama ini menjadi salah satu persoalan serius yang terus menghantui Sungai Batanghari.

Di tengah maraknya aktivitas tersebut, beredar informasi yang mengaitkan dugaan kepemilikan atau keterlibatan seorang oknum aparat berinisial H.

Jika benar aktivitas yang berlangsung merupakan penambangan emas tanpa izin, maka tindakan tersebut bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pertambangan mineral dan batubara. Selain berpotensi menimbulkan kerugian negara, aktivitas ilegal tersebut juga membawa dampak lingkungan yang sangat serius.

Sungai Batanghari yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Jambi terus menghadapi ancaman sedimentasi, kerusakan ekosistem, penurunan kualitas air, hingga risiko gangguan terhadap aktivitas nelayan dan warga yang menggantungkan hidup dari sungai tersebut.

Yang menjadi sorotan, aktivitas ini diduga berlangsung terang-terangan di perairan yang relatif mudah dijangkau. Pertanyaannya, mengapa praktik yang diduga ilegal tersebut masih bisa beroperasi? Apakah pengawasan berjalan efektif? Ataukah ada pihak-pihak tertentu yang bermain di belakang layar?

Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan dan penindakan. Jangan sampai Sungai Batanghari terus menjadi korban eksploitasi oleh pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan tanpa mempedulikan dampak lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Situasi ini menuntut perhatian serius dan penindakan tegas secepatnya guna menyelamatkan sungai kebanggaan warga Jambi ini.

(Susi Lawati/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *