JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun – Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah warga di RT 11, Desa Baru, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, menyisakan duka bagi keluarga Samsuri. Rumah beserta seluruh isinya ludes terbakar dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026.
Di tengah kondisi tersebut, kepedulian datang dari jajaran Polres Sarolangun. Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., memberikan bantuan sosial dan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian serta empati Polri terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kapolsek Air Hitam AKP Robinson Manullang, S.H., pada Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, di kediaman korban di RT 11, Desa Baru, Kecamatan Air Hitam.
Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Berdasarkan informasi awal, api diduga bermula ketika obat nyamuk bakar mengenai bantal. Api kemudian membesar hingga menghanguskan satu unit rumah berikut seluruh barang yang berada di dalamnya.
Tidak hanya kehilangan tempat tinggal, keluarga korban juga harus menghadapi kerugian akibat sejumlah barang dan perlengkapan rumah tangga yang ikut terbakar.
Saat menyerahkan bantuan, Kapolsek Air Hitam menyampaikan rasa prihatin sekaligus dukungan moril kepada keluarga Samsuri. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Kapolres Sarolangun dan jajaran terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan empati dari Bapak Kapolres Sarolangun kepada keluarga yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban dan memberikan dukungan moril kepada keluarga korban,” ujar AKP Robinson Manullang.
Kehadiran jajaran kepolisian di tengah keluarga korban bukan sekadar menyerahkan bantuan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
Polres Sarolangun bersama jajaran terus berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kepedulian tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis sekaligus memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.
Musibah memang tidak dapat diprediksi. Namun, kepedulian dan gotong royong dapat menjadi kekuatan bagi warga untuk bangkit kembali.
Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk berdiri bersama masyarakat ketika menghadapi musibah.
(Susi Lawati)




