CIREBON — MEDIA POLISI NASIONAL (MPN) — Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat, Abah Anton Charliyan, hadir mendampingi Sultan Kasepuhan Cirebon dalam pelaksanaan tradisi dan upacara Pajang Jimat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026.
Tradisi Pajang Jimat merupakan salah satu tradisi turun-temurun Keraton Kasepuhan Cirebon yang telah berlangsung sejak masa Kesultanan Cirebon pada sekitar abad ke-16, khususnya pada masa Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Prosesi Pajang Jimat diawali dengan pencucian benda-benda pusaka keraton. Selanjutnya, berbagai benda yang menjadi simbol kehidupan dan kesejahteraan disiapkan untuk diarak, antara lain nasi tumpeng, nasi uduk dan berbagai buah-buahan.
Dari Bangsal Panembahan di lingkungan Keraton Kasepuhan, benda-benda tersebut kemudian diarak menuju Masjid Sang Cipta Rasa. Prosesi berlangsung khidmat dan diiringi lantunan sholawat Nabi serta pembacaan Kitab Berjanji.
Dalam prosesi tersebut terdapat sejumlah kelompok barisan yang mengikuti arak-arakan. Secara keseluruhan, barisan tersebut tetap berada dalam tujuh kelompok utama. Setiap barisan dikawal abdi dalem yang membawa lilin menyala sebagai simbol penerang kehidupan.
Arak-arakan diikuti para pangeran, sesepuh keraton hingga para abdi dalem. Prosesi tersebut tidak sekadar menjadi ritual budaya, tetapi juga memiliki makna filosofis mengenai perjalanan kehidupan manusia sejak lahir.
Simbol-simbol yang ditampilkan dalam Pajang Jimat menggambarkan bahwa manusia sejak kelahirannya harus dipersiapkan dengan nilai-nilai kesucian dan kebaikan, mulai dari pemberian nama, makanan, pakaian hingga berbagai nilai kehidupan lainnya.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal agar manusia dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik, bermanfaat bagi sesama serta mampu meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam rangkaian kegiatan juga dibacakan kisah dan riwayat keteladanan Nabi Muhammad SAW. Pesan tersebut menjadi pengingat agar peringatan Maulid tidak berhenti pada seremoni, tetapi mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sultan Lukman dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana akhlak mulia Rasulullah benar-benar hadir dalam diri setiap umat.
“Jangan hanya sebatas memperingati hari Maulid kelahiran saja, tetapi yang paling penting apakah akhlak-akhlak mulia Rasulullah tersebut sudah hadir atau belum dalam diri kita masing-masing,” demikian pesan Sultan Lukman.
Ia mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi, di antaranya dengan menghadirkan nilai kejujuran, kesabaran, tawadhu atau kerendahan hati, kepedulian, persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Abah Anton Charliyan ketika ditemui awak media di lokasi kegiatan menyampaikan harapannya agar Keraton Kasepuhan Cirebon tetap menjadi salah satu garda terdepan dalam pelestarian nilai-nilai adat dan tradisi.
Menurut Abah Anton, pelestarian budaya harus mampu berjalan beriringan dengan nilai agama dan nasionalisme.
“Keraton Kasepuhan hendaknya tetap bisa menjadi garda terdepan dalam pelestarian nilai-nilai adat dan tradisi yang mampu memadukan nilai-nilai agama, nilai-nilai budaya serta nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air sebagai satu kesatuan yang utuh,” ujar Abah Anton.
Ia menegaskan bahwa nilai agama, budaya dan nasionalisme tidak semestinya dipisahkan, karena ketiganya dapat menjadi fondasi dalam membentuk sikap dan perilaku masyarakat sebagai warga negara yang baik.
Tradisi Pajang Jimat dengan demikian tidak hanya menjadi warisan budaya yang dipertahankan dari generasi ke generasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan moral, spiritual dan kebangsaan kepada masyarakat.
Setelah benda-benda pusaka dan berbagai simbol dalam prosesi Pajang Jimat selesai diarak, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan syukuran botram atau makan bersama.
Para undangan bersama masyarakat yang hadir menikmati hidangan secara bersama-sama. Tradisi tersebut sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan dan gotong royong yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Cirebon.
Melalui pelaksanaan Pajang Jimat Maulid Nabi 2026, Keraton Kasepuhan Cirebon kembali menunjukkan bahwa tradisi leluhur dapat terus dirawat dengan tetap menghadirkan pesan keagamaan, nilai budaya, persaudaraan serta kecintaan terhadap tanah air.***
MPN — Media Polisi Nasional
Profesional • Independen • Berintegritas
#MediaPolisiNasional #MPN #PajangJimat #KeratonKasepuhan #KasepuhanCirebon #Cirebon #MaulidNabi2026 #AbahAntonCharliyan #MajelisAdatSunda #MASDA #SultanKasepuhan #TradisiCirebon #BudayaCirebon #AdatIstiadat #SunanGunungJati #PelestarianBudaya #NilaiAgama #Nasionalisme #CintaTanahAir #KearifanLokal




