Terjadi Lagi ! 49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Puluhan Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan

MEDIA POLISI NASIONAL – Sebanyak 49 orang yang terdiri dari siswa dan seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Jawa Timur, mengalami gejala yang diduga keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).

Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, pusing hingga muntah. Gejala tersebut muncul beberapa jam setelah mereka mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG.

Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 20 orang mendapat perawatan di Puskesmas Begadung, 17 orang di RSUD Nganjuk, dan 12 orang lainnya ditangani di RS Bhayangkara Nganjuk.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah daerah bersama pihak terkait masih melakukan observasi dan verifikasi terhadap kondisi para korban.

Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo, mengatakan makanan yang dikonsumsi para siswa berupa nasi goreng. Menurutnya, berdasarkan keterangan siswa, gejala mulai dirasakan sekitar dua jam setelah menyantap makanan.

«“Untuk menunya nasi goreng. Tadi mereka bercerita asalnya tidak merasakan apa-apa saat makan. Setelah jeda dua jam baru merasakan mual,” kata Trihandy.»

Sementara itu, pihak sekolah menyebut paket MBG yang dibagikan kepada siswa terdiri dari nasi goreng, ayam suwir, dan tahu bulat.

Meski dugaan keracunan mengarah pada makanan yang dikonsumsi dalam program MBG, pemerintah daerah belum dapat memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru tersebut.

Pemeriksaan masih dilakukan untuk mengetahui apakah gejala yang muncul benar-benar berkaitan dengan makanan MBG maupun faktor lainnya.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk memastikan pelayanan kesehatan terhadap para korban terus dimaksimalkan. Pemantauan kondisi para siswa dan guru yang menjalani perawatan juga masih dilakukan.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

**ASPA**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *