JAMBI.MPN-Kab.Batang Hari — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Zulhijjah Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Ulama yang selama ini dikenal sebagai sosok panutan dan pimpinan Pondok Pesantren Zulhijjah, KH. Drs. M. Lohot Hasibuan, telah berpulang ke rahmatullah, Rabu (2/9/2026).
Almarhum menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi (DKT), Kota Jambi, sekitar pukul 06.15 WIB.
Kepergian KH. Drs. M. Lohot Hasibuan meninggalkan duka mendalam bagi para santri, guru, keluarga, serta masyarakat yang selama ini mengenal sosok beliau sebagai ulama yang memiliki dedikasi besar terhadap dakwah dan dunia pendidikan.
Semasa hidupnya, almarhum mendedikasikan sebagian besar pengabdiannya untuk membina umat dan mencerdaskan generasi melalui pendidikan pesantren.
Di bawah kepemimpinannya, Pondok Pesantren Zulhijjah Muara Bulian terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang telah melahirkan ribuan santri.
Bagi para santri dan tenaga pendidik, almarhum bukan sekadar pimpinan pondok. Beliau juga dikenal sebagai guru, orang tua, sekaligus teladan yang memberikan arahan dan nasihat dalam kehidupan sehari-hari.
Sosoknya dikenal memiliki wawasan keilmuan yang luas, rendah hati, teguh dalam prinsip, serta aktif menjaga kerukunan dan persatuan umat maupun masyarakat.
Doa dan Penghormatan Terakhir
Kepala Sekolah SMAS Pondok Pesantren Zulhijjah Muara Bulian, Irmanto, S.Pd., melalui Adek Miraini, S.Pd., Gr., menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang mereka hormati dan cintai tersebut.
Pihak sekolah bersama seluruh keluarga besar SMAS Pondok Pesantren Zulhijjah turut memanjatkan doa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa Ayahanda Guru kami, melapangkan kuburnya, menerangi tempat istirahatnya, dan menempatkan beliau di surga-Nya yang paling mulia bersama para Nabi, para Syuhada, dan orang-orang yang saleh,” ujar Irmanto melalui Adek Miraini kepada awak media.
Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
“Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan lahir batin bagi keluarga yang ditinggalkan serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Zulhijjah,” lanjutnya.
Kepergian KH. Drs. M. Lohot Hasibuan bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Zulhijjah, tetapi juga meninggalkan jejak pengabdian panjang di bidang dakwah dan pendidikan.
Bagi para santri dan guru yang pernah mendapatkan ilmu serta keteladanan dari beliau, jasa dan pengabdiannya akan terus dikenang.
Selamat jalan, Ayahanda Guru.
Kiai yang kami hormati dan cintai. Ilmu, pengabdian, nasihat, dan keteladanan yang telah diberikan akan terus menjadi pelita bagi generasi yang engkau tinggalkan.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilaf dan dosa, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
(Susi Lawati)



