Lembang, MPN — Jum’at (22/8/2025), telah digelar peresmian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) oleh Camat Lembang Drs.Bambang Eko Setyowahjudi didampingi Kades Suntenjaya dan Ibu H.Asep Wahyono.

Hadir pula Ketua Koperasi Merah Putih Kec.Lembang Komar, jajaran BPD, Ketua Kopdes Suntenjaya Indra Ferdiyana, Pengurus Karang Taruna, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan para Ketua RW se-Desa Suntenjaya serta para pengusaha mitra Kopdes.

Acara yang dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, Sholawat dan berkumandangnya Lagu Indonesia Raya ini diwarnai juga dengan Bazaar sembako dan produk UMKM Khas Kopdes Merah Putih Desa Suntenjaya serta hiburan musik.

Pada sambutannya Kades Suntenjaya H.Asep Wahyono menuturkan bahwa dengan dibukanya Kopdes Merah Putih ini merupakan keberkahan bagi seluruh warga desa dan sudah lama dinanti – nantikan pembukaannya.
Saya minta dukungan dan bantuan semua pihak terutama segenap warga desa untuk Kopdes Merah Putih Desa Suntenjaya yang legalitasnya sudah lengkap ini agar cepat maju dan berkembang. Selanjutnya saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Kopdes yang sudah kerja keras agar koperasi ini segera berjalan”, ungkapnya.
Di tempat sama Camat Lembang yang hadir dan meresmikan Kopdes Merah Putih Suntenjaya dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan dibukanya Kopdes Merah Putih Suntenjaya pihaknya menaruh harapan yang sangat besar agar koperasi ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang ada di Desa Suntenjaya.
Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.
“
Di tengah kegiatan Ketua Kopdes Indra Ferdiyana menuturkan bahwa pembukaan dan peresmian Koperasi Merah Putih yang dipimpinnya ini untuk melaksanakan amanah Presiden RI Prabowo untuk memberikan fasilitas kesejahteraan bagi masyarakat, jelasnya.
Jumlah anggota kopdes menurut Indra sudah mencapai 170 orang dan nanti setelah digelar pelatihan akan ditambah lagi dengan target minimal 1000 anggota mengingat jumlah penduduk Desa Suntenjaya mencapai 9 ribu orang, tentunya setelah ketersediaan produk sudah ada dan mudah diakses.
“Lahirnya Kopdes ini bukan usaha monopoli, bukan pula untuk bersaing dengan para pengusaha yang sudah ada di daerah, tapi untuk memotong rantai harga dari pusat agar nanti ketika sampai di masyarakat harganya sangat terjangkau .
Kami sangat optimis Kopdes ini akan maju karena memiliki berapa potensi diantaranya lokasi kami jauh pasar, kedua masyarakat kami profesinya mayoritas petani, peternak dan pedagang. Dengan begitu kami hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat” tutur Indra.***
(Yusman)




