JAMBI.MPN-Kab.Tanjab Timur – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Polres Tanjung Jabung Timur pada Senin (9/3/2026) sore. Di balik jeruji besi yang biasanya identik dengan kesunyian dan penyesalan, justru terbangun kehangatan dan kebersamaan saat jajaran Sat Tahti Polres Tanjab Timur menggelar buka puasa bersama para tahanan di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Tahti Polres Tanjab Timur Iptu Muis Dermawan ini menghadirkan nuansa religius sekaligus pembinaan rohani bagi para tahanan. Momen tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh Ustad Hendri Darmanto, S.Hi, yang menyampaikan pesan-pesan spiritual tentang kehidupan, kesabaran, serta pentingnya introspeksi diri.
Dalam ceramahnya, Ustad Hendri mengingatkan para tahanan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri.
“Kesalahan masa lalu bukan akhir dari segalanya. Selama masih ada kesempatan, pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke jalan yang lebih baik,” ujarnya di hadapan para tahanan yang tampak khusyuk menyimak.
Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K. melalui Kasat Tahti Iptu Muis Dermawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi para tahanan, sekaligus bentuk kepedulian Polri terhadap sisi kemanusiaan.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki langkah ke depan.
“Setiap manusia pernah melakukan kesalahan. Namun yang paling mulia adalah mereka yang menyadari kekeliruannya dan berusaha memperbaiki diri,” kata Muis menyampaikan pesan Kapolres.
Suasana menjelang berbuka berlangsung khidmat. Para tahanan terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari mendengarkan tausiyah hingga berdoa bersama. Momen sederhana tersebut menghadirkan harapan baru bagi mereka yang tengah menjalani proses hukum.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, Polres Tanjab Timur tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga menghadirkan pendekatan humanis dengan memberikan pembinaan spiritual bagi para tahanan, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengedepankan profesionalitas, keadilan, dan nilai kemanusiaan.
(Susi Lawati)




