MEDIA POLISI NASIONAL – Marsinah menjadi simbol keberanian kaum buruh Indonesia dalam memperjuangkan hak dan keadilan. Sosok buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur itu dikenal lantang menolak penindasan terhadap pekerja, meskipun harus menghadapi ancaman besar yang pada akhirnya merenggut nyawanya.
Marsinah bekerja di sebuah pabrik di wilayah Sidoarjo pada awal 1990-an. Saat itu, ia aktif menyuarakan hak-hak buruh, termasuk soal upah layak dan perlindungan tenaga kerja. Keberaniannya memperjuangkan nasib rekan-rekannya membuat namanya dikenal luas di kalangan buruh.
Pada Mei 1993, Marsinah dilaporkan hilang setelah melakukan advokasi terhadap pekerja yang menuntut kenaikan upah sesuai aturan pemerintah. Beberapa hari kemudian, ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kasus pelanggaran HAM yang paling dikenang dalam sejarah perjuangan buruh Indonesia.
Hingga kini, nama Marsinah tetap hidup sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan. Berbagai elemen masyarakat, aktivis, hingga organisasi buruh terus mengenang perjuangannya sebagai inspirasi untuk memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial.
Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H menegaskan bahwa semangat perjuangan tokoh seperti Marsinah harus menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa agar menjunjung tinggi hak asasi manusia dan supremasi hukum.
“Kita semua harus menghormati perjuangan para pejuang keadilan seperti Marsinah. Negara hadir untuk memastikan perlindungan hukum, hak asasi manusia, dan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat. Jangan sampai praktik penindasan terhadap hak-hak pekerja kembali terjadi,” ujar Kombes Pol. Hendra, Kamis (7/5/2026)
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menepis isue hoax yang beredar bahwa marsinah dibunuh dan diculik oleh Polisi.
Justru Polisi menjadi institusi yang turut menguak kebenaran tentang marsinah.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga situasi yang kondusif serta menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
Perjuangan Marsinah kini tidak hanya dikenang sebagai sejarah kelam bangsa, tetapi juga sebagai simbol keberanian seorang perempuan yang memilih melawan ketidakadilan meski nyawa menjadi taruhannya.
Editor@spa
Dikeluarkan Oleh Bidhumas Polda Jabar




