JAMBI.MPN — Di tengah pesatnya pertumbuhan usaha kuliner lokal dan meningkatnya tantangan hukum di dunia bisnis, pelaku usaha ternama Jambi Iqbal Sate Eddy Mayang mengambil langkah strategis. Ia resmi menunjuk Elas Anra Dermawan, SH sebagai penasihat hukumnya.
Penunjukan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan resmi bersama tim hukum yang digelar pekan ini di Kota Jambi. Langkah ini menegaskan keseriusan manajemen Sate Eddy Mayang dalam memastikan seluruh aktivitas usaha dan kepentingan hukum berjalan sesuai dengan koridor peraturan perundang-undangan.
Iqbal menegaskan, pendampingan hukum profesional menjadi kebutuhan mutlak bagi pelaku usaha yang terus berkembang.
“Kami ingin setiap langkah bisnis dijalankan secara tertib dan terlindungi secara hukum. Karena itu, kami mempercayakan pendampingan hukum kepada Bapak Elas Anra Dermawan, SH, yang kami nilai memiliki integritas dan kapasitas,” ujar Iqbal.
Elas Anra Dermawan, SH dikenal luas sebagai advokat sekaligus Founder Pusat Studi Politik dan Bantuan Hukum, yang aktif mengawal isu-isu keadilan, tata kelola pemerintahan, serta perlindungan hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha, termasuk UMKM dan brand lokal.
Menanggapi penunjukan tersebut, Elas menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum secara menyeluruh dan profesional.
“Kami akan memastikan hak-hak hukum klien terlindungi secara maksimal, baik dalam aspek bisnis, perdata, maupun potensi persoalan hukum lainnya. Prinsip kami jelas: hukum harus menjadi pelindung, bukan alat tekanan,” tegasnya.
Pengamat menilai, langkah ini merupakan strategi cerdas di tengah meningkatnya kompleksitas hukum dalam dunia usaha. Brand lokal yang tumbuh cepat, seperti Sate Eddy Mayang, dinilai perlu memiliki fondasi hukum yang kuat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan bergabungnya Elas Anra Dermawan, SH sebagai penasihat hukum, posisi hukum Iqbal Sate Eddy Mayang diharapkan semakin solid dan profesional, sekaligus memperkuat citra usaha yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga taat hukum dan berorientasi pada tata kelola yang baik.
(Susi Lawati)



