JAMBI.MPN – Menjelang arus mudik Lebaran, Kepolisian Daerah Jambi resmi menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” yang digelar di Mapolda Jambi, Kamis (12/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dan dihadiri Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, para Pejabat Utama Polda Jambi, serta perwakilan instansi vertikal dan stakeholder terkait di Provinsi Jambi.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh pimpinan apel, kemudian dilanjutkan dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan personel sebagai simbol resmi dimulainya Operasi Ketupat 2026.
Dalam amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Kapolda Jambi, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel, perlengkapan, serta sinergitas lintas instansi dalam mengamankan Lebaran.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” ujar Kapolri dalam amanatnya.
Kapolri juga menyinggung dinamika global yang tengah berkembang, mulai dari konflik internasional hingga gejolak harga minyak dunia yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global. Karena itu, pemerintah terus mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar momentum keagamaan, tetapi juga agenda nasional yang memiliki dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Momentum Idul Fitri mampu mendorong perputaran uang yang signifikan dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah, sepanjang seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” katanya.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Polri bersama TNI dan seluruh stakeholder menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, sebanyak 2.746 pos pengamanan juga disiapkan, terdiri dari:
1.624 Pos Pengamanan
779 Pos Pelayanan
343 Pos Terpadu
Pos-pos tersebut akan menjadi pusat informasi, pelayanan, dan pengamanan bagi masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Pengamanan juga difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api hingga bandara.
Selain itu, Kapolri juga mengingatkan seluruh personel untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat diperkirakan berpotensi terjadi selama periode arus mudik Lebaran.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Tingkatkan soliditas dan sinergisitas agar kita mampu mewujudkan mudik aman dan keluarga bahagia,” tegas Kapolri.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa jajaran Polda Jambi bersama TNI dan seluruh instansi terkait telah siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
“Melalui Operasi Ketupat 2026, Polda Jambi bersama seluruh stakeholder berkomitmen memberikan pengamanan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat, sehingga arus mudik maupun arus balik Lebaran dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan selama perjalanan, serta memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan jika membutuhkan bantuan dari petugas.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan tradisi mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, nyaman, dan membawa kebahagiaan bagi seluruh keluarga di kampung halaman.
(Susi Lawati)




