Lembang, MPN — Program ketahanan pangan yang digagas pemerintah pusat untuk bertujuan mensejahterakan warga masyarakat dan mendongkrak roda perekonomian warga di daerah pedesaan khususnya serta dianggarkan dari Dana Desa sebesar 20% itu diperuntukkan untuk berbagai macam
Seperti halnya di Desa Cikole Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat untuk ketahanan pangan 2023 sama tahun 2024 diperuntukkan untuk ternak sapi 2 tahun berturut-turut dengan diterima kelompok bernama digdaya Berkah.

Menurut Kades Cikole Drs.H.Tajudin, M.Ag.,bahwa Pada tahun 2022 dimulailah Program ketahanan pangan tersebut walaupun saat itu memang dianggap masih belum siap untuk menggulirkan program ketahanan pangan.
Namun saat itu dicoba yang terdekat dulu se-Kecamatan Lembang yaitu dengan Pengguliran pemeliharaan Domba, walaupun pada prinsipnya saat itu sangat sulit untuk mencari kelompok masyarakat yang bisa menjalankan ini.
Ada hampir 70% kelompok kelompok di semua RW, Namun demikian kita evaluasi tahun berikutnya 2023 bahwa ini mengalami hambatan-hambatan.
Tajjudin mengakui bahwa mulai tahun program Ketahanan Pangan ini dengan memulainya pembiakan Domba ,yang ia anggap gagal, Kegagalan ini karena berdasarkan kelompok pengelola tidak berhasil mengembangkan biakan Domba tersebut.
“Anggaplah program 2022 saya rasa tidak maksimal keberhasilannya, baik itu dari sisi jumlah kalau memang dari mulai bibit yang kurang maksimal, disebutkan kurang berhasil bibitnya ,karena ada yang satu tahun belum ada yang melahirkan.
Bahkan ada juga nyaris tidak hamil, juga berdasarkan laporan kelompok pengelola tentang adanya Domba yang sakit, Ada yang hilang bahkan ada yang mati. ” Bener H.Tajjudin Kades Cikole Lembang dalam rilisnya kepada media kami.
Hal inilah menjadikan dasar walaupun hari ini 50% – 60% masih berjalan di RW yang lainnya bahkan mulai berguguran karena memang ketidaksiapan dalam memelihara Domba tersebut.
“Boleh dikatakan program dipaksakan, maka Program 2023 dengan mengevaluasi program 2022 , disebar kepada beberapa kelompok Ini mengandung apa hambatan-hambatan apa ketidak berhasilan tersebut” lanjutnya.
Berkaca kegagalan 2022 Maka program 2023 dibuatlah kebijakan bahwa ,pertama adalah tempat untuk pemeliharaan di komunalkan dengan satu titik tempat sehingga lebih mudah mengawasi dan bisa fokus dalam pemeliharaan.
Kedua harus ada tenaga kerja terampil yang memelihara sehingga bisa lebih profesional dalam merawat ternak tersebut, maka saat itu Pemdes membuat keputusan bahwa untuk Program Ketahan Pangan Penggemukan Sapi dibuat satu kelompok yang di isi 3 orang Profesional yang bisa diandalkan dalam memelihara Sapi Ternak tersebut,dan diberi honor secara profesional.
Tajjudin mengatakan ,Mengapa langkah kebijakan ini diambil,karena dalam rangka mengawal untuk menyelamatkan Dana Desa dari Kerugian, berkaca pada pengalaman pengalaman pokok di seluruh desa atas kegagalan-kegagalannya.
Ditambahkan Tajjudin bahwa jika disebar melalui kelompok kelompok, dikhawatirkan banyak kelemahannya sehingga tidak terkontrol, karena masing-masing kelompok punya karakter berbeda sehingga menimbulkan tekhnik perawatan yang berbeda dan akan terlalu banyak orang yang dimintai pertanggungjawabannya.
Akibat berbagai persoalan yang timbul maka saat itu disimpulkan melalui BPD dibuatlah Keputusan musyawarah dengan menyatu tempatkan tempat untuk program tersebut, maka diputuskanlah untuk meminjam tanah wakaf yang dimiliki Yayasan untuk Pesantren yang sudah 8 tahun belum dibangun.
H.Tajudin sebagai Kades Cikole meminta para Pengurus RW agar dapat meyampaikan kepada masyarakat bahwa tempat Pemeliharaan Sapi ditempatkan di tanah Pesantren Nurul Huda yang belum digunakan ,karena memang tidak ada lagi tempat yang bisa dipakai untuk pelaksanaan program ini.
H.Tajudin meminta semua aparat Desa ,para pengurus RW agar dapat mengkomunikasikan kepada warga bahwa keputusan ini dibuat untuk pengamanan Aset Desa yang merupakan milik Warga .
“Juga yang paling penting bapak silahkan Jelaskan ke masyarakat ini program ketahanan pangan ini bukan milik Pak Haji tapi milik Pemdes untuk ketahanan Pangan masyarakat Kita, yang dikelola dengan sebaik-baiknya agar tidak gagal, dengan pertimbangan pengalaman-pengalaman kegagalan yang pernah terjadi” pintanya.
Harapan H.Tajudin Program Penggemukan Sapi sebagai Aset Ketahanan Pangan Desa Cikole ini bisa berhasil memuaskan dan di panen bisa memenuhi kebutuhan kurban dan yang lainnya jika keadaan darurat pangan.
Kades Cikole Bersyukur Sapi Awalnya ada 6 ekor di tahun 2023, lalu tahun 2024 dimiliki 12 ekor Sapi bahkan jika dibutuhkan sudah siap dipasarkan.
“Sapi yang 12 ekor itu bukan milik Saya pribadi ,tapi milik Pemerintah Desa untuk Program Ketahanan Pangan, jika dalam keadaan Darurat Pangan atau dibutuhkan maka Pemdes Siap menjualnya” tambah H.Tajudin.
Anggaran Dana Desa sudah ada posnya untuk dianggarkan ,mulai untuk Infrastruktur,pendidikan,kebudayan,belanja barang dan jasa,pos yandhu,PKK dll memiliki pos masing masing.
“Bapak tolong sampaikan ke masyarakat Jangan sampai ada kata-kata yang kurang enak kurang kurang pas bawa ini milik Pak Haji bukan, ini milik pendes Cikole sebanyak 12 ekor dan alhamdulillah dengan kelompoknya yang sama ini adalah mempertahan dalam rangka bukan tidak percaya kepada yang lain kita sementara inilah ya karena resiko sapi ini kita,karena ini Aset Desa” tegas Kades Cikole.
Menurut Tajudin,tidak bisa sembarangan untuk merawat Sapi, harus dirawat oleh orang yang bener benar paham merawat Sapi,dan ternyata satu ekor sapi itu memerlukan biaya 35.000 per hari dan itu Sisanya adalah biaya Rehab untuk kandang.
Informasi tentang tatanan pangan H.Tajudin menyampaikan bahwa masyarakat jangan sampai tidak ada yang mengerti program ini semua dimusyawarahkan dihadiri Peserta Undangan dari RW ,Namun banyak Pengurus RW yang tidak Hadir sehingga terjadi mis dan salah informasi.”, terangnya.***
(red)***




