MPN. Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains 2025 banjir peminat. Total ada 204.222 pendaftar di tingkat kabupaten/kota, terdiri atas 194.610 siswa madrasah dan 9.612 murid sekolah umum binaan Kemendikdasmen. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Begitupun Sekolah Madrasah Aliyah Aljawami yang beralamat di Komplek Pesantren Al-Jawami No 99 Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, ikut andil mengirimkan siswinya menjadi salah satu peserta Olimpiade Madrasah Indonesia bidang sains di tahun 2025 ini.
Selasa (09/09/2025)
OMI digelar setiap tahun oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah untuk mengembangkan minat bakat siswa madrasah dan sekolah terhadap Sains. Olimpiade ini digelar mulai dari tingkat madrasah, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional dengan Computer Based Test (CBT).
OMI tingkat Kabupaten/Kota berlangsung dari 9 – 12 September 2025. Dari 204.222 pendaftar, ada 202.117 siswa yang dinyatakan lolos verifikasi, dengan rincian: 67.852 peserta tingkat MA/SMA, 68.206 tingkat MTs/SMP dan 66.059 tingkat MI/SD. Maroritas dari mereka adalah perempuan (67,43%).
Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 hadir sebagai wadah kompetisi dan kolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan serta membentuk generasi unggul berkarakter Islami. Kompetisi ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga nilai-nilai kejujuran, kerja keras, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga dengan integrasi sains, teknologi, dan budaya lokal, OMI di harapkan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa.
Tujuan dan Hasil yang Di harapkan
dari OMI 2025 adalah mendorong inovasi, kreativitas, pola pikir kritis, dan akhlak mulia siswa madrasah. Secara khusus, Juknis mencatat beberapa poin penting:
-Memberikan ruang kompetisi yang sehat di bidang sains dan riset.
-Memotivasi siswa untuk mengembangkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan nilai agama.
-Menumbuhkan budaya kompetisi yang jujur dan kolaboratif.
-Mencetak duta madrasah yang mampu berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Hasil yang di harapkan antara lain terjaringnya bibit unggul, berkembangnya minat riset, dan lahirnya generasi yang mencintai ilmu pengetahuan.
OMI 2025 diharapkan menjadi ajang yang melahirkan inovator muda berkarakter Islami, menguasai teknologi, dan siap bersaing di tingkat global.
*(Aspa)*




