JAMBI.MPN-Kab.Tanjab Timur — Komitmen membangun generasi muda yang berkarakter dan berintegritas terus digaungkan oleh jajaran Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur. Pada Senin pagi (6/4/2026), para Kapolsek turun langsung ke sekolah-sekolah, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam kegiatan yang berlangsung serentak di sejumlah titik.
Tiga sekolah menjadi pusat kegiatan tersebut, yakni SMP Negeri 24 Dendang, SMP Negeri 23 Berbak, dan SMA Negeri 9 Tanjab Timur (Kuala Jambi). Masing-masing upacara dipimpin oleh Kapolsek setempat, di antaranya Iptu Sunarto di SMPN 24 Dendang, Iptu Deden Ariandi, S.H di SMPN 23 Berbak, serta Ipda Ekka Kasumayadi, S.H., M.H di SMAN 9 Tanjab Timur.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, diikuti oleh kepala sekolah, para guru, serta ratusan siswa-siswi yang tampak antusias menyimak setiap amanat yang disampaikan.
Bentengi Generasi dari Pergaulan Negatif
Dalam amanatnya, para Kapolsek menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan. Para pelajar diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif yang dapat merusak masa depan.
“Pergaulan adalah penentu arah hidup. Salah memilih teman bisa berujung penyesalan panjang,” tegas salah satu Kapolsek di hadapan peserta upacara.
Perang Terhadap Bullying dan Judol
Isu perundungan (bullying) menjadi perhatian serius. Para siswa diminta tidak menjadi pelaku, dan bagi korban diminta untuk berani melapor kepada guru.
Tak hanya itu, ancaman perjudian online (judol) juga disorot. Pelajar diingatkan untuk tidak terjebak dalam praktik tersebut yang kini marak melalui perangkat digital.
Bangun Akhlak dan Disiplin Sejak Dini
Nilai adab dan akhlak turut menjadi penekanan utama. Para siswa diajak untuk selalu bersyukur, menghormati orang tua, serta menjunjung tinggi peran guru sebagai pembimbing.
Menurut para Kapolsek, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter dan moral yang kuat.
Tertib Berlalu Lintas, Jangan Abaikan Keselamatan
Edukasi keselamatan berlalu lintas juga disampaikan secara tegas. Para pelajar diingatkan untuk:
Menggunakan helm berstandar SNI
Tidak menggunakan handphone saat berkendara
Menghindari balap liar
Tidak memakai knalpot brong
Menjunjung tinggi etika berkendara
Peran Guru Ikut Ditekankan
Para tenaga pendidik juga diimbau untuk lebih aktif mengawasi penggunaan handphone oleh siswa, baik saat proses belajar mengajar maupun di luar jam pelajaran, guna mencegah penyalahgunaan teknologi.
Polisi Hadir Lebih Dekat dengan Pelajar
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan generasi muda. Kehadiran polisi di sekolah diharapkan mampu menjadi figur teladan sekaligus pelindung bagi pelajar.
Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K, melalui para Kapolsek menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang.
“Kami ingin anak-anak bangsa tumbuh dengan etika yang baik, disiplin, dan memiliki rasa aman. Mereka adalah tonggak masa depan bangsa,” ujarnya.
Dengan langkah nyata ini, Polres Tanjab Timur menunjukkan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan di jalanan, tetapi juga dimulai dari membangun karakter generasi muda sejak dini.
(Susi Lawati)


