Tak Hanya Tegakkan Hukum, Polres Sarolangun Ulurkan Tangan untuk Anak Yatim Korban Dugaan Tindak Pidana

JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun – Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban dugaan tindak pidana, kepedulian jajaran Polres Sarolangun hadir memberikan sedikit harapan. Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., melalui Polsek Pauh dan Polsek Air Hitam, menyalurkan bantuan sosial serta santunan kepada anak-anak yatim piatu dari keluarga korban, Jumat (7/8/2026).

Langkah tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri tidak hanya dalam menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga dalam memberikan perhatian dan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Datang Membawa Santunan, Sekaligus Menguatkan Keluarga

Kegiatan pertama berlangsung di rumah duka di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh. Kapolsek Pauh IPTU Hans Simangunsong, S.H., bersama Aipda Malaya dan Bripda Agung Ramadhan datang langsung untuk menyerahkan santunan kepada dua anak yatim piatu dari keluarga korban dugaan tindak pidana pembunuhan dalam rumah tangga.

Kedatangan jajaran kepolisian bukan sekadar menyerahkan bantuan. Mereka juga menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang masih berduka.

Suasana haru pun mewarnai pertemuan tersebut. Di tengah kehilangan yang begitu berat, perhatian dari jajaran kepolisian diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi keluarga untuk menjalani hari-hari berikutnya.

Polsek Air Hitam Juga Sambangi Keluarga Korban

Kepedulian serupa juga dilakukan jajaran Polsek Air Hitam pada hari yang sama.

Kapolsek Air Hitam AKP Robinson Manullang, S.H., bersama Aipda Fedri Yose, S.H. dan Bripka Musmulyadi, S.H., mendatangi keluarga korban di Desa Semurung, Kecamatan Air Hitam.

Santunan dan bantuan sosial diberikan kepada anak yatim piatu dari keluarga korban yang meninggal dunia akibat dugaan tindak pidana pengeroyokan yang terjadi di wilayah Lubuk Napal.

Selain menyerahkan bantuan, jajaran Polsek Air Hitam turut menyampaikan ucapan duka cita dan memberikan motivasi kepada keluarga agar tetap tegar menghadapi cobaan.

Bagi keluarga yang sedang kehilangan, perhatian sederhana semacam ini menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti.

Kapolres: Polri Harus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya keluarga yang sedang mengalami musibah.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta keikhlasan,” ujar AKBP Wendi Oktariansyah.

Menurutnya, bantuan yang diberikan memang tidak akan menggantikan kehilangan yang dialami keluarga. Namun, diharapkan dapat sedikit meringankan beban, terutama bagi anak-anak yang kini harus menjalani kehidupan tanpa sosok orang tua.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat dan semoga dapat sedikit meringankan beban keluarga, terutama bagi anak-anak yang kini harus kehilangan sosok orang tua,” sambungnya.

Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Selain memberikan perhatian kepada keluarga korban, Kapolres Sarolangun juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi memperkeruh situasi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah dan mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada pihak Kepolisian. Kami memastikan setiap perkara ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kehadiran jajaran Polri di rumah keluarga korban di Kecamatan Pauh dan Air Hitam pun mendapat sambutan baik. Di tengah suasana duka, perhatian tersebut menjadi pesan bahwa keluarga korban tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sarolangun menunjukkan bahwa tugas kepolisian bukan hanya berhenti pada proses penegakan hukum. Di balik seragam dan kewenangan yang dimiliki, terdapat tanggung jawab kemanusiaan untuk hadir, mendengar, menguatkan, dan membantu masyarakat yang sedang membutuhkan.

Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kekuatan untuk bangkit dari sebuah kehilangan.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *