JAMBI.MPN-Kab.Muaro Jambi _ Setelah viralnya pemberitaan terkait basecamp narkoba di Desa Sungai Bungur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, jajaran Polsek Kumpeh dan Satresnarkoba Polres Muaro Jambi akhirnya bergerak. Gubuk yang diduga kuat dijadikan markas transaksi dan pesta sabu dibongkar paksa oleh aparat bersama Kepala Desa dan warga pada Rabu (9/7/2025).
Lokasi basecamp ditemukan di area perkebunan milik warga, tak jauh dari pemakaman umum RT 03. Dari tempat itu, ditemukan barang bukti berupa alat isap sabu (bong) yang memperkuat dugaan bahwa tempat tersebut telah lama menjadi sarang penyalahgunaan narkotika.
Tindakan aparat ini dipicu oleh laporan langsung warga kepada media, setelah selama ini aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi terus dibiarkan.
“Kami capek diam. Sudah lama tempat itu meresahkan. Anak-anak muda hilang arah karena narkoba,” ujar salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Kapolsek Tanggapi Tegas
Saat dikonfirmasi media, Kapolsek Kumpeh IPTU Aris Israwan, SH, MH, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan masyarakat dan langsung bergerak.
“Setelah laporan masuk, kami langsung atensi. Hari ini kami tindaklanjuti bersama Satresnarkoba dan Kades,” ujarnya.
Namun, beredar pula informasi soal penangkapan seorang pria berinisial A, yang diduga sebagai kurir narkoba di wilayah tersebut. Saat dikonfirmasi, IPTU Aris mengaku belum memantau detailnya.
“Saya belum monitor terkait A, silakan tanya langsung ke Satresnarkoba,” ucapnya.
Satresnarkoba: Satu Orang Diamankan
Kasat Narkoba Polres Muaro Jambi akhirnya buka suara. Ia membenarkan bahwa selain membongkar basecamp, pihaknya juga mengamankan satu terduga pelaku yang kini tengah diperiksa intensif.
“Sudah ditindaklanjuti. Penangkapan dilakukan bersama Kapolsek dan Kades. Untuk detailnya, kami serahkan ke Humas Polres Muaro Jambi,” katanya singkat.
Warga Desak Polisi Usut Tuntas Jaringan di Balik Basecamp.
Warga menuntut agar aparat tidak hanya berhenti pada pembongkaran semata, melainkan benar-benar membongkar jaringan yang mengatur bisnis haram ini di Kumpeh.
“Jangan cuma bongkar pondok dan tangkap satu orang. Di belakang mereka pasti ada bos. Tangkap semua sampai ke atas!” tegas warga.
Kondisi di lapangan menyiratkan bahwa basecamp bukan kasus baru, melainkan fenomena yang dibiarkan tumbuh karena lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di tingkat bawah.
Kini, warga Sungai Bungur berharap langkah tegas ini bukan sekadar pencitraan setelah berita viral, tapi awal dari pembebasan Kumpeh dari cengkeraman narkoba yang selama ini merusak generasi muda.
(Shee)




