JAKARTA, MPN — Indonesia kini menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan pangan baru di dunia. Dengan sistem produksi yang semakin tangguh dan prospek ekspor yang terbuka lebar, negeri ini menunjukkan capaian luar biasa di sektor pertanian, khususnya produksi beras.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras nasional tahun ini mencapai 34,77 juta ton, atau meningkat 13,54% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan signifikan ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan produksi tertinggi kedua di dunia.
Tak hanya itu, data dari United States Department of Agriculture (USDA) menunjukkan bahwa Indonesia kini menempati peringkat pertama di ASEAN dalam hal produksi beras.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kerja keras petani, penyuluh, dan semua pihak yang terlibat dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.
“Capaian ini hasil dari gotong royong seluruh elemen pertanian Indonesia. Kita tidak hanya mengejar swasembada, tapi memastikan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam kesempatan terpisah menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Peningkatan produksi ini bukan hanya soal angka, tapi bukti bahwa kemandirian pangan kita makin kuat. Indonesia harus terus menjadi negara yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri dan berkontribusi bagi dunia,” kata Presiden.
Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan pangan nasional yang fokus pada peningkatan produktivitas petani, penguatan infrastruktur pertanian, serta pengendalian tata niaga beras di dalam negeri.
Dengan keberhasilan ini, Indonesia bukan hanya mampu mencapai swasembada beras, tetapi juga menjadi produsen terbesar di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang ekspor yang semakin luas di pasar global.***
@Red MPN




