JAMBI.MPN – Aroma skandal penipuan dan penggelapan bernilai ratusan juta rupiah menyeruak dari kasus yang menyeret nama Agus Sutrisno, warga Perumahan Buana Citra Lestari V, Desa Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Pria ini diduga menjadi otak raibnya satu unit Trailer Volvo 1994 milik Eva Sapriana Sihotang, warga Cilegon, Banten, yang kini mengaku kehabisan tenaga menunggu keadilan.
Kisah bermula 27 November 2019, saat trailer yang dikendarai dari Cilegon menuju Jambi mogok di Bayung Lincir. Eva menghubungi rekannya, Iqbal, yang kemudian mengenalkan Agus Sutrisno. Meski sedang di luar kota, Agus justru menunjuk rekannya, Pasaribu, untuk membawa trailer ke rumahnya di Jambi. Eva pun kembali ke Cilegon dengan keyakinan kendaraannya aman.
Namun, lima tahun kemudian—pada Maret 2024—Eva mendapat kabar mengejutkan. Bukannya mengembalikan, Agus malah mengaku trailer sudah dicincang dan dijual ke pihak ketiga. Kerugian Eva ditaksir mencapai Rp200 juta.
Eva mengaku sudah berjuang mati-matian mencari keadilan. Laporan Polisi sudah dibuat di Polda Jambi pada 17 Juli 2024 (LP/B/198/VII/2024/SPKT/POLDA JAMBI). Ia bahkan menempuh jalur pengaduan ke Propam Mabes Polri pada Mei 2025, dan kembali ke Polda Jambi pada Juli 2025. Hasilnya? Nihil.
“Sudah satu tahun saya menunggu, biaya habis, stres, tapi pelaku belum juga ditangkap. Saya sudah capek,” ungkap Eva dengan nada getir.
Ironisnya, menurut warga sekitar, Agus memang jarang pulang—kadang hanya dua kali seminggu—namun keluarga tetap tinggal di rumah tersebut. Sementara itu, Jatanras Polda Jambi dikabarkan sudah dua kali melayangkan surat panggilan terhadap Agus dan istrinya, Sri Atika, namun keduanya tak pernah hadir.
Surat panggilan tersebut tertuang dalam SP2HP Nomor BI 760/X/RES.1.11./2024/Ditreskrimum tertanggal 1 Oktober 2024, dengan sangkaan Pasal 378 KUHP (Penipuan) dan/atau Pasal 372 KUHP (Penggelapan). Meski statusnya semakin jelas, penangkapan terhadap pasutri ini masih seperti menunggu hujan di musim kemarau.
Publik kini bertanya-tanya: Mengapa kasus ini seperti jalan di tempat? Apakah aparat kesulitan melacak keberadaan Agus, atau ada “tangan-tangan tak terlihat” yang bermain?
Sementara Eva hanya berharap satu hal: Trailer boleh hancur, tapi jangan biarkan hukum ikut tercabik.
(Shee)




