Sebanyak 2,1 ton dari total 214,84 ton narkoba senilai Rp29,37 triliun hasil ungkap Polri dimusnahkan di Lapangan Bhayangkara. Kapolri Listyo Sigit tegaskan komitmen menuju Indonesia sehat dan bebas narkotika.
Jakarta, MPN — Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto memimpin langsung pemusnahan 2,1 ton narkoba dari total 214,84 ton barang bukti senilai Rp29,37 triliun hasil pengungkapan Polri selama satu tahun terakhir. Kegiatan berlangsung di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu (29/10), sebagai wujud nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden, khususnya poin ke-7 tentang penguatan reformasi hukum serta pemberantasan korupsi dan narkoba.
Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., serta sejumlah pejabat tinggi negara, perwakilan kejaksaan, dan tokoh masyarakat. Pemusnahan barang bukti dilakukan secara simbolis dengan pengawasan ketat dan menggunakan prosedur sesuai UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Perkap No.8 Tahun 2014 mengenai tata cara pemusnahan barang bukti.
Kapolri Listyo Sigit menjelaskan bahwa sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Polri berhasil mengungkap 49.306 kasus dengan 65.572 tersangka, termasuk jaringan lintas negara. Dari total 214,84 ton barang bukti yang disita, sebanyak 212,7 ton telah dimusnahkan, terdiri atas ganja, sabu, ekstasi, tembakau gorila, kokain, heroin, dan etomidate.
“Pemusnahan ini adalah bukti komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden. Kami tidak hanya menindak, tetapi juga melakukan pencegahan dan pemulihan sosial agar masyarakat terbebas dari bahaya narkoba,” ujar Kapolri Listyo Sigit di hadapan Presiden.
Lebih lanjut, Polri juga melaporkan keberhasilan dalam upaya pemberantasan narkoba berbasis komunitas. Hingga saat ini, 228 kampung narkoba telah diidentifikasi, dan 118 di antaranya berhasil ditransformasi menjadi Kampung Bebas dari Narkoba (KBN). Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Transformasi kampung narkoba menjadi kampung bebas narkoba adalah bentuk nyata pendekatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat dalam memerangi narkotika,” tambah Kapolri.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras Polri dan seluruh aparat penegak hukum. Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi juga gerakan nasional bersama seluruh elemen bangsa.
“Kita ingin Indonesia benar-benar bersih dari narkoba. Tidak ada tempat bagi pengkhianat bangsa yang merusak generasi muda,” tegas Presiden Prabowo.
Kegiatan ini menandai langkah tegas pemerintah dalam mengawal cita-cita reformasi hukum dan keamanan nasional, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
— MPN News/ JR




