JAMBI.MPN-Kab.Tanjab Timur – Kasus dugaan perkelahian antara oknum guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur kian menjadi sorotan publik. Situasi semakin memanas setelah pihak guru melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jambi.
Salah satu siswa, M. Lutfi Fadhila, yang sebelumnya berupaya menjadi penengah dalam mediasi, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan kronologi versi siswa secara terbuka kepada publik.
Menurut Lutfi, insiden bermula ketika para siswa meminta guru mata pelajaran Bahasa Inggris berinisial AS untuk menyampaikan permohonan maaf, menyusul dugaan ucapan yang dinilai menghina orang tua siswa.
“Awalnya kami hanya meminta guru tersebut minta maaf karena ada ucapan yang menyinggung orang tua siswa. Tapi yang bersangkutan tidak mau,” ujar Lutfi, Jumat (16/1/2026).
Lutfi mengungkapkan, permintaan tersebut bahkan sempat difasilitasi oleh guru lain agar disampaikan secara terbuka di hadapan siswa. Namun, situasi justru berujung kekecewaan.
Bukannya menyampaikan permintaan maaf, guru tersebut justru dibawa ke ruang kantor oleh pihak komite sekolah. Di sana, menurut pengakuan Lutfi, guru tersebut kembali melontarkan ejekan kepada siswa sambil tersenyum.
“Kami sangat kecewa. Harapannya minta maaf, tapi justru kami merasa diejek,” tuturnya.
Merasa tidak mendapatkan kejelasan, Lutfi kemudian mendekati guru tersebut untuk kembali meminta penjelasan dan pengakuan atas dugaan kesalahan yang terjadi. Namun, situasi berubah drastis.
“Saat saya mendekat untuk berbicara, saya justru dipukul di bagian hidung. Teman-teman saya melihat langsung,” katanya.
Aksi tersebut memicu reaksi spontan dari siswa lain yang berada di lokasi hingga berujung pada keributan.
“Kalau tidak ada pukulan itu, tidak akan terjadi pengeroyokan. Banyak saksi yang melihat,” tegas Lutfi.
Ia juga menyebutkan bahwa sebelum kejadian tersebut, dirinya sempat menerima tamparan dari guru yang sama.
“Saya ditampar dan kemudian ditinju terlebih dahulu,” ungkapnya.
Diketahui sebelumnya, pada Selasa siang, 13 Januari 2026, terjadi perkelahian antara seorang guru dan sejumlah siswa di lingkungan SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur. Upaya mediasi telah dilakukan oleh pihak sekolah dan aparat terkait, namun belum menghasilkan kesepakatan damai.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik dan menunggu kejelasan penanganan dari pihak berwenang.
(Susi Lawati)



