Bandung, MPN – Forum Bank Sampah Jawa Barat (FBJ) menggelar audiensi bersama Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat untuk mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan bank sampah, Jumat (10/4/2026).
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Jawa Barat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV yang diwakili H. Tedy Rusmawan, serta dihadiri 27 Koordinator Wilayah (Korwil) bank sampah dari berbagai daerah di Jawa Barat bersama jajaran pengurus FBJ.

Ketua FBJ, Mohammad Satori, menegaskan bahwa optimalisasi TPS3R menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Namun, ia mengakui masih banyak TPS3R yang belum berjalan maksimal, bahkan tidak aktif hingga beralih fungsi.

“Ini menjadi tantangan serius. TPS3R seharusnya mampu mengurangi sampah dari sumber, tetapi implementasinya masih jauh dari harapan,” ujarnya.
Satori menjelaskan, keberhasilan TPS3R sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, ketersediaan sumber daya manusia (SDM), serta partisipasi aktif masyarakat.
Sebaliknya, keterbatasan pada aspek tersebut menjadi penyebab utama banyaknya TPS3R yang tidak berfungsi optimal. Menurutnya, diperlukan intervensi kebijakan yang lebih kuat dari DPRD Jawa Barat, terutama dalam aspek penganggaran dan pengawasan, guna memastikan keberlanjutan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris FBJ, Eva Yohana, menyoroti bahwa gerakan bank sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar pengurangan sampah dari sumber bisa berjalan optimal sekaligus memberi manfaat ekonomi,” katanya.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Maria, menyampaikan bahwa TPS yang tidak aktif perlu segera dioptimalkan kembali.
Ia juga mengungkap adanya peluang pendanaan dari pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) yang dapat dimanfaatkan oleh komunitas persampahan.
Selain itu, Bappeda Jawa Barat menekankan pentingnya integrasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Bahkan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan offtaker untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif seperti briket.
Dari sisi infrastruktur, Dinas Perumahan dan Permukiman (Distarkim) Jawa Barat menegaskan fokus pada optimalisasi TPS3R yang sudah ada, bukan penambahan titik baru.
Di sisi lain, Komisi IV DPRD Jawa Barat menilai sejumlah TPS3R di lapangan masih belum optimal. Beberapa lokasi seperti di Cibeber, Cimahi, dan Citapen disebut perlu perhatian lebih, sementara TPS3R di kawasan Jalan Kopo dinilai cukup berjalan baik.
H.Tedy Rusmawan juga mengapresiasi peran aktif para penggiat bank sampah dalam mengurangi volume sampah dari sumber. Namun, ia mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan, terutama terkait potensi pungutan di masyarakat.
“Pertemuan seperti ini penting untuk terus dilakukan guna mencari pola terbaik dalam penanganan persoalan sampah di Jawa Barat,” tegasnya.
FBJ berharap audiensi ini menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Jawa Barat.
#MPNNews #ForumBankSampahJabar #DPRDJabar #TPS3R #BankSampah #JawaBarat #LingkunganHidup #KelolaSampah #EkonomiSirkular #Bandung


