JAMBI.MPN – Komitmen memperkuat stabilitas keamanan berbasis nilai keagamaan terus ditunjukkan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar. Hal ini tercermin dalam pertemuan hangat penuh makna saat menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan dan Pendiri Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi, Dr. KH. Zainul Arifin, M.Ed, MA, Kamis (16/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolda Jambi tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan tokoh agama sebagai garda terdepan menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat utama Polda Jambi, di antaranya Dir Binmas Kombes Pol. Henky Poerwanto, Dir Intelkam Kombes Pol. Yuli Haryudo, serta Wadir Intelkam AKBP S. Bagus Santoso. Kehadiran mereka menegaskan keseriusan Polri dalam membangun komunikasi yang solid dan berkelanjutan dengan kalangan pesantren.
Dalam suasana dialog yang konstruktif, kedua belah pihak sepakat bahwa pondok pesantren memiliki peran vital sebagai benteng moral sekaligus mitra strategis dalam menangkal penyebaran paham radikalisme, intoleransi, hingga potensi konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas daerah.
Kapolda Jambi menegaskan, keamanan tidak hanya bergantung pada kekuatan aparat, tetapi juga pada peran aktif tokoh agama dalam menjaga kesejukan di tengah masyarakat.
“Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci agar situasi Jambi tetap aman, damai, dan kondusif,” tegas Irjen Pol. Krisno.
Sementara itu, Dr. KH. Zainul Arifin menyambut positif langkah Polda Jambi dalam merangkul pesantren sebagai mitra strategis. Ia menegaskan kesiapan Ponpes Darul Arifin untuk terus berkontribusi dalam menjaga persatuan umat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial.
“Kami berkomitmen menjaga nilai-nilai moderasi dan kerukunan. Pesantren siap bersinergi dengan Polri demi terciptanya masyarakat yang damai dan berakhlak,” ujarnya.
Silaturahmi ini juga menjadi ruang komunikasi dua arah yang efektif, di mana Polri tidak hanya menyampaikan program, tetapi juga menyerap aspirasi langsung dari tokoh agama sebagai representasi suara masyarakat.
Melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, Kapolda menegaskan bahwa pendekatan humanis akan terus menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
“Polri tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan ulama dan tokoh masyarakat adalah fondasi utama dalam menjaga kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya.
Dengan terjalinnya sinergi yang kuat antara Polri dan pesantren, diharapkan tercipta sistem ketahanan sosial yang kokoh—di mana nilai keagamaan dan keamanan berjalan beriringan, menjaga Jambi tetap damai di tengah dinamika zaman.
(Susi Lawati)




