Kapolda Jambi Rangkul Tokoh Agama, Audiensi dengan Pendeta Waslen Perkuat Barisan Jaga Kamtibmas

JAMBI.MPN – Langkah strategis kembali ditunjukkan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Pada Selasa (21/4/2026), orang nomor satu di Polda Jambi itu menerima audiensi Pendeta Waslen di ruang kerjanya.

Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan tokoh agama sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan masyarakat.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua pihak berdiskusi mendalam terkait peran strategis tokoh agama dalam meredam potensi konflik sosial, sekaligus menjadi penyejuk di tengah derasnya arus informasi yang kerap memicu perpecahan.

Melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, Kapolda menegaskan bahwa keterbukaan terhadap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Kapolda Jambi menyambut baik audiensi ini. Sinergitas dengan tokoh agama sangat penting karena mereka memiliki peran besar dalam menjaga persatuan serta menciptakan suasana yang sejuk di tengah masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kapolda juga menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara kepolisian dan tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah bangsa.

Di era digital saat ini, di mana informasi begitu cepat menyebar tanpa filter, peran tokoh agama dinilai semakin vital dalam menjaga keseimbangan sosial dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intens dan berkelanjutan antara Polda Jambi dan para tokoh lintas agama di Provinsi Jambi.

Dengan terbangunnya sinergi yang kuat, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah diyakini akan tetap terjaga—aman, damai, dan kondusif.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *