AWaSI Jambi Geruduk SPBU Paal Lima, Soroti Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi hingga Temuan Audit Pertamina

JAMBI.MPN – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menggelar aksi unjuk rasa di SPBU Simpang Paal Lima Nomor 24.361.04, Kamis (4/6/2026). Aksi yang berlangsung damai tersebut menyoroti berbagai persoalan terkait distribusi dan pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.

Puluhan peserta aksi tampak membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara. Mereka mendesak adanya pengawasan lebih ketat terhadap penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.

Ketua AWaSI Provinsi Jambi, Erfan Indriyawan, S.P., yang diwakili Wakil Ketua Hercapa Trian MR, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap berbagai keluhan masyarakat yang selama ini muncul terkait pelayanan dan distribusi BBM subsidi.

“Kami meminta aparat penegak hukum, Pertamina, serta instansi terkait untuk memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang transparan dan sesuai aturan,” ujar Hercapa di sela-sela aksi.

Dalam orasinya, massa menyampaikan enam tuntutan utama. Mereka meminta aparat menindak tegas praktik pelangsiran BBM subsidi, mengusut dugaan pengurangan takaran BBM, mengungkap dugaan penggelapan dan pencampuran BBM, serta melakukan evaluasi terhadap standar keamanan dan keselamatan operasional SPBU.

Selain itu, AWaSI juga menyoroti kemacetan yang kerap terjadi di sekitar area SPBU akibat aktivitas distribusi BBM yang dianggap kurang tertib. Mereka meminta pengelola SPBU dan instansi terkait mencari solusi agar aktivitas operasional tidak mengganggu pengguna jalan.

Menariknya, di tengah aksi, pihak SPBU bersedia melakukan dialog dengan perwakilan massa. Mediasi berlangsung di ruang musala SPBU dan dihadiri oleh pengawas SPBU bernama Angga.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu peserta aksi mempertanyakan mekanisme audit yang dilakukan oleh Pertamina terhadap SPBU. Menjawab pertanyaan tersebut, Angga menyampaikan bahwa tim audit Pertamina secara rutin melakukan pemeriksaan setiap dua bulan sekali.

“Tim audit dari Pertamina turun setiap dua bulan sekali untuk melakukan audit di SPBU kami,” kata Angga.

Ketika ditanya terkait adanya temuan dalam audit tersebut, Angga mengakui bahwa terdapat sejumlah temuan. Pernyataan itu kemudian memunculkan pertanyaan dari peserta aksi mengenai tindak lanjut yang dilakukan Pertamina terhadap temuan tersebut.

Peserta aksi mempertanyakan apakah temuan yang ditemukan dalam audit telah diikuti dengan sanksi atau langkah penegakan aturan terhadap SPBU yang bersangkutan. Pertanyaan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam dialog yang berlangsung antara kedua belah pihak.

Menurut Erfan, keterbukaan informasi terkait hasil audit dan tindak lanjutnya sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola distribusi BBM subsidi.

“Kami berharap setiap temuan yang ada benar-benar ditindaklanjuti secara transparan. Tujuan kami bukan mencari kesalahan, tetapi mendorong terciptanya tata kelola distribusi BBM yang lebih baik, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian dan berjalan tertib hingga selesai. Setelah menyampaikan aspirasi dan melakukan dialog dengan pihak SPBU, massa membubarkan diri secara damai.

AWaSI Jambi menegaskan akan terus mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik, terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat dan distribusi BBM subsidi di Provinsi Jambi.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *