JAMBI.MPN – Federasi Serikat Buruh Jurnalis (FSBJ) Kota Jambi melancarkan aksi penyampaian aspirasi di Kantor Perwakilan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Kota Jambi pada 7–10 Juli 2026. Aksi yang dipimpin langsung Ketua Umum FSBJ, Doner Gultom, itu menyoroti berbagai persoalan yang dinilai terjadi dalam penyelenggaraan layanan internet dan WiFi di Kota Jambi, mulai dari semrawutnya jaringan kabel hingga dugaan pelanggaran perizinan dan ketenagakerjaan.
Dalam orasinya, Doner Gultom menegaskan bahwa perkembangan layanan internet harus diiringi dengan kepatuhan terhadap aturan hukum, keselamatan masyarakat, dan tanggung jawab kepada daerah.
“Jangan sampai perkembangan teknologi justru mengorbankan keselamatan masyarakat, merusak wajah kota, dan mengabaikan aturan yang berlaku,” tegas Doner di hadapan massa aksi.
Soroti Lima Persoalan Utama
FSBJ menyampaikan sedikitnya lima persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah dan pihak terkait.
Pertama, kondisi kabel jaringan internet yang dinilai semakin semrawut di sejumlah ruas jalan Kota Jambi. Banyak kabel menjuntai rendah, melintang di fasilitas umum, mengganggu pandangan pengguna jalan, merusak estetika kota, bahkan kerap putus tanpa segera diperbaiki.
FSBJ menilai kondisi tersebut perlu dievaluasi agar sesuai dengan ketentuan teknis yang mengatur pemanfaatan ruang jalan.
Kedua, FSBJ mempertanyakan kontribusi penyedia layanan internet terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurut mereka, masih banyak perusahaan penyedia layanan yang diduga tidak memiliki kantor operasional tetap di Jambi sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan administrasi dan kewajiban fiskalnya.
Ketiga, organisasi tersebut juga menyoroti keberadaan tiang jaringan internet yang diduga dipasang tanpa izin di sejumlah lokasi, termasuk pada lahan milik warga maupun tanah negara. Selain aspek legalitas, FSBJ juga mempertanyakan standar keselamatan konstruksi tiang-tiang tersebut.
Keempat, FSBJ mengangkat isu ketenagakerjaan. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan terhadap kepatuhan perusahaan penyedia layanan internet dalam memenuhi hak-hak pekerja, termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pemberian upah sesuai ketentuan, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Kelima, FSBJ meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perizinan dan pengawasan penyelenggara layanan internet yang melibatkan Dinas Kominfo, DPMPTSP, Dinas Tenaga Kerja, serta APJII sebagai asosiasi penyelenggara jasa internet.
Empat Tuntutan FSBJ
Dalam aksi tersebut, FSBJ menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan pihak terkait, yakni:
Memeriksa seluruh penyedia layanan internet yang beroperasi di Jambi terkait legalitas dan kepatuhan terhadap peraturan.
Memerintahkan penataan ulang kabel jaringan yang dinilai semrawut agar sesuai standar teknis.
Membuka informasi publik mengenai perizinan operasional, izin pemasangan jaringan, serta kewajiban administrasi perusahaan.
Memastikan seluruh penyedia layanan memiliki kantor resmi dan badan hukum yang terdaftar di wilayah Jambi.
APJII Terima Aspirasi
Aspirasi massa diterima Bendahara APJII Perwakilan Jambi, Jhari, karena Ketua APJII Perwakilan Jambi, Haryono, sedang berada di luar daerah.
Jhari menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan FSBJ dan memastikan seluruh laporan akan diteruskan sesuai kewenangan organisasi.
“Terima kasih kepada rekan-rekan FSBJ yang telah menyampaikan aspirasi dan laporan ini. Seluruh masukan akan kami catat dan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan yang kami miliki,” ujarnya.
FSBJ Ancam Aksi Lebih Besar
Usai aksi, Doner Gultom menegaskan bahwa FSBJ akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah konkret dari pemerintah maupun pihak terkait.
Menurutnya, apabila dalam waktu dekat tidak terdapat tindak lanjut yang jelas, FSBJ siap kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji. Jika persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti, kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar karena persoalan ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegas Doner.
Aksi penyampaian aspirasi tersebut berlangsung dalam keadaan tertib dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas pelayanan maupun lalu lintas di sekitar kantor APJII Perwakilan Jambi.
(Susi Lawati)




