Awasi Jambi Geruduk SPBU Simpang Rimbo, Soroti Dugaan Pelangsiran hingga Penyalahgunaan BBM Subsidi

JAMBI.MPN – Gelombang protes terhadap dugaan penyimpangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di Kota Jambi. Organisasi masyarakat Awasi Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan SPBU Simpang Rimbo Pertamina Nomor 24.361.01, Rabu (10/6/2026), dengan membawa sejumlah tuntutan terkait dugaan pelanggaran dalam pengelolaan dan penyaluran BBM.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak pihak Pertamina Jambi bersama aparat penegak hukum untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna menindaklanjuti berbagai laporan yang berkembang di tengah masyarakat.

Koordinator aksi menyebutkan, pihaknya menerima banyak keluhan warga mengenai dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi yang diduga berlangsung secara sistematis. Kondisi itu dinilai merugikan masyarakat umum karena distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi pihak yang berhak justru diduga lebih banyak dinikmati oleh pelansir.

“Kami meminta aparat dan Pertamina turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya saat berorasi.

Tak hanya menyoroti dugaan pelangsiran, Awasi Jambi juga mengangkat berbagai persoalan lain yang dianggap perlu mendapat perhatian serius. Mulai dari dugaan pengurangan takaran BBM yang berpotensi merugikan konsumen, penyalahgunaan barcode dalam pembelian BBM subsidi, hingga dugaan praktik penggelapan dan pencampuran (oplosan) BBM.

Massa juga menilai aktivitas distribusi di SPBU tersebut kerap memicu antrean panjang dan kemacetan lalu lintas yang mengganggu pengguna jalan. Karena itu, mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan pengawasan di lokasi tersebut.

Selain aparat penegak hukum dan Pertamina, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga didesak untuk segera melakukan audit terhadap alat ukur dan sistem tera BBM guna memastikan volume yang diterima konsumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Awasi Jambi menekankan pentingnya keterbukaan hasil pemeriksaan kepada publik. Menurut mereka, transparansi menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan tidak ada praktik yang merugikan konsumen maupun negara.

“Aksi ini bukan semata-mata bentuk kritik, tetapi wujud kepedulian agar masyarakat mendapatkan haknya atas BBM yang berkualitas, distribusi yang adil, dan pelayanan yang transparan,” ujar salah satu peserta aksi.

Hingga aksi berakhir, massa berharap Pertamina, Disperindag, dan aparat penegak hukum segera merespons tuntutan tersebut dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap SPBU yang menjadi sorotan. Mereka menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada kejelasan dan langkah konkret dari pihak terkait.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *