JAMBI.MPN-Kab.Tanjab Timur – Sejumlah isu yang menjadi perhatian masyarakat terkait pelayanan dan operasional SPBU Rantau Rasau mengemuka dalam kegiatan penyampaian aspirasi dan hearing yang digelar oleh Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung tertib dan kondusif itu menjadi ruang dialog antara masyarakat yang diwakili AWaSI Jambi dengan pihak manajemen SPBU Rantau Rasau. Berbagai persoalan disampaikan secara terbuka, mulai dari distribusi BBM subsidi, penggunaan barcode, pengawasan takaran BBM, antrean kendaraan yang berpotensi menimbulkan kemacetan, hingga aspek keselamatan dan keamanan operasional SPBU.
AWaSI Jambi dipimpin langsung oleh Wakil Ketua AWaSI Provinsi Jambi sekaligus Koordinator Lapangan, Hercapa Trian. Ia didampingi Rini dan Junedi sebagai orator, serta sejumlah anggota AWaSI lainnya yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Hearing juga mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Kapolsek Rantau Rasau, Sumitra, bersama personel dari Polres Tanjung Jabung Timur hadir untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tetap mengedepankan dialog yang konstruktif.
Dalam penyampaiannya, Hercapa Trian menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal pelayanan publik agar semakin transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan yang berkembang di tengah masyarakat. Harapannya, apa yang menjadi perhatian warga dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi peningkatan kualitas pelayanan,” ujar Hercapa.
Menurutnya, sektor distribusi BBM merupakan layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karena itu, pengawasan dan keterbukaan informasi dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Manajer SPBU Rantau Rasau, Gunawan atau yang akrab disapa Gugun, menyampaikan apresiasi atas kedatangan AWaSI Jambi. Ia menilai masukan yang disampaikan merupakan bentuk kontrol sosial yang sehat dan diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami jadikan bahan evaluasi untuk terus melakukan pembenahan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang lebih baik, aman, nyaman, dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Gugun.
Suasana hearing berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi yang baik antara pengelola SPBU, masyarakat, media, dan aparat terkait menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang optimal.
AWaSI Jambi berharap forum tersebut tidak berhenti pada penyampaian aspirasi semata, melainkan mampu melahirkan langkah-langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan adanya komitmen bersama untuk terus berbenah dan menjaga transparansi, berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan warga diharapkan dapat diminimalisir.
Kegiatan kemudian ditutup dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama untuk terus membangun komunikasi yang terbuka, konstruktif, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
(Susi Lawati)




