BANDUNG BARAT, MPN – PSSI Kabupaten Bandung Barat resmi menutup pelaksanaan Kursus Lisensi D PSSI yang diikuti oleh 60 peserta dan terbagi ke dalam dua kelas, yaitu Kelas A dan Kelas B. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelatih sepak bola di Kabupaten Bandung Barat guna memperkuat pembinaan usia dini dan meningkatkan prestasi sepak bola daerah.
Acara penutupan berlangsung khidmat dan ditutup langsung oleh Ketua PSSI Kabupaten Bandung Barat H. Aep Nurdin, S.Ag., M.Si. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Exco Bidang SDM PSSI Kabupaten Bandung Barat Drs. Ayi Supriadi, Sekretaris Jenderal APSSI Cefie Bayu Adam, Sekretaris Umum PSSI Kabupaten Bandung Barat Yeyet Suparna, para Coach Educator yang terdiri dari H. Arif Gustara, Ega Raka Galih, Boy Jati Asmara, dan Fauzi Bramantio, serta Mentor Regi Adthia Jonathan Hutapea yang mendampingi peserta selama pelaksanaan kursus.

Selama beberapa hari pelaksanaan, para peserta mengikuti pembelajaran teori dan praktik sesuai kurikulum resmi PSSI yang meliputi metodologi kepelatihan, teknik dan taktik permainan, pembinaan pemain usia muda, penyusunan program latihan, kepemimpinan, hingga evaluasi proses latihan di lapangan.
Keberhasilan penyelenggaraan kursus ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Yayasan Al Ikhwan, Bayu Fuji Warmanda, S.Pd., yang telah menyediakan fasilitas pembelajaran teori sehingga peserta dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Desa Rende, Fitriyana, yang telah memberikan dukungan dengan menyediakan Stadion Abipraya dan Lapangan Hegarmanah sebagai lokasi praktik lapangan selama kegiatan berlangsung.

Menariknya, dalam pelaksanaan Kursus Lisensi D PSSI Kabupaten Bandung Barat kali ini, Pimpinan Umum Media Polisi Nasional (MPN), Ricky Hardiansyah, S.T., turut menjadi peserta dan mengikuti seluruh rangkaian kepelatihan hingga selesai. Keikutsertaan Ricky menunjukkan komitmen insan pers dalam mendukung kemajuan olahraga, khususnya sepak bola, melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi di bidang kepelatihan.

Menurut Ricky Hardiansyah, pelatih memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, disiplin, dan kemampuan teknis para pemain sejak usia dini.
“Kursus Lisensi D ini memberikan banyak pengalaman dan wawasan baru mengenai metodologi kepelatihan sepak bola modern. Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi pembinaan sepak bola, khususnya di Kabupaten Bandung Barat dan Jawa Barat pada umumnya,” ujarnya.
Dalam sambutannya, H. Aep Nurdin, S.Ag., M.Si. berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di klub maupun Sekolah Sepak Bola (SSB) masing-masing. Menurutnya, pelatih merupakan ujung tombak pembinaan yang akan menentukan kualitas pemain di masa depan.
“Kami berharap para lulusan Kursus Lisensi D mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan sepak bola Kabupaten Bandung Barat. Pelatih yang berkualitas akan melahirkan pemain-pemain yang berkualitas pula,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal APSSI, Cefie Bayu Adam, menyampaikan bahwa Lisensi D bukanlah akhir dari perjalanan seorang pelatih, melainkan awal untuk terus mengembangkan diri.
“Kami berharap seluruh pelatih tidak berhenti belajar setelah memperoleh Lisensi D. Teruslah meningkatkan kompetensi, memperbanyak pengalaman, dan melanjutkan pendidikan kepelatihan ke jenjang lisensi yang lebih tinggi. Semakin berkualitas pelatih yang dimiliki, maka pembinaan sepak bola juga akan semakin baik dan mampu melahirkan prestasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Exco Bidang SDM PSSI Kabupaten Bandung Barat, Drs. Ayi Supriadi, yang mengingatkan seluruh lulusan agar tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih.
“Jangan pernah berpuas diri dengan Lisensi D. Jadikan lisensi ini sebagai langkah awal untuk terus belajar, mengikuti perkembangan sepak bola modern, dan meningkatkan kualitas diri. Pelatih yang terus berkembang akan menjadi kunci lahirnya pemain-pemain berkualitas yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Bandung Barat,” tegasnya.
Mewakili tim Coach Educator, H. Arif Gustara menyampaikan bahwa ilmu yang telah diberikan selama kursus harus benar-benar diterapkan dalam proses latihan sehari-hari.
“Lisensi D bukan sekadar sertifikat, tetapi amanah dan tanggung jawab sebagai seorang pelatih. Terapkan metodologi latihan yang benar, bangun karakter pemain, dan lakukan pembinaan yang terencana di setiap SSB maupun klub. Jika seluruh pelatih mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh, maka kualitas pemain di Kabupaten Bandung Barat akan terus meningkat dan prestasi akan mengikuti,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya Kursus Lisensi D ini, PSSI Kabupaten Bandung Barat berharap lahir semakin banyak pelatih yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Melalui kolaborasi seluruh insan sepak bola serta dukungan pemerintah, yayasan, media, dan masyarakat, diharapkan pembinaan sepak bola di Kabupaten Bandung Barat semakin maju, mampu mencetak pemain-pemain berkualitas, serta mengukir prestasi yang membanggakan di tingkat regional maupun nasional.
(Redaksi Media Polisi Nasional)



