DPRD Muaro Jambi Soroti Minimnya Perhatian terhadap Candi Muaro Jambi, Ade Erma Suryani: Warisan Dunia Jangan Hanya Jadi Slogan

JAMBI.MPN-Kab.Muaro Jambi – Kompleks Percandian Muaro Jambi, salah satu situs sejarah dan budaya terbesar di Asia Tenggara, kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Ade Erma Suryani, menilai komitmen Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terhadap pelestarian kawasan cagar budaya tersebut perlu diperkuat agar potensi sejarah, budaya, dan pariwisatanya dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pernyataan itu disampaikan Ade usai melakukan evaluasi terhadap arah pembangunan daerah yang dinilai belum sepenuhnya menempatkan pelestarian Candi Muaro Jambi sebagai prioritas strategis.

Menurutnya, keberadaan Candi Muaro Jambi tidak hanya memiliki nilai historis dan arkeologis, tetapi juga merupakan aset nasional yang berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah melalui sektor pariwisata berbasis budaya.

“Kita memiliki kompleks percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara yang menjadi kebanggaan bangsa. Potensi sebesar ini seharusnya diiringi dengan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikannya. Jangan sampai warisan berharga ini hanya menjadi kebanggaan dalam slogan, tetapi minim perhatian dalam implementasi,” ujar Ade Erma Suryani.

Ade menilai, pengelolaan kawasan Candi Muaro Jambi membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, komunitas pelestari budaya, hingga masyarakat sekitar. Menurutnya, pendekatan lintas sektor menjadi kunci agar pelestarian kawasan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa perhatian terhadap kawasan cagar budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Dibutuhkan kebijakan yang konkret, mulai dari peningkatan infrastruktur penunjang yang ramah lingkungan, penguatan konservasi situs, hingga penyediaan anggaran yang memadai untuk mendukung program pelestarian secara berkelanjutan.

“Pelestarian Candi Muaro Jambi harus menjadi investasi jangka panjang. Selain menjaga identitas sejarah bangsa, kawasan ini juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya apabila dikelola secara profesional,” katanya.

Politisi DPRD Muaro Jambi itu juga mendorong pemerintah daerah agar memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung upaya pelestarian kawasan, termasuk berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan situs bersejarah dan peningkatan daya saing pariwisata budaya.

Menurut Ade, komitmen bersama sangat diperlukan agar Candi Muaro Jambi tetap terjaga kelestariannya sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami sederhana, pemerintah daerah menunjukkan langkah nyata yang terukur dan berkesinambungan. Pelestarian warisan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban kita bersama demi menjaga identitas daerah dan mewariskannya kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Dengan sejarah panjang yang dimilikinya, Candi Muaro Jambi dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat peradaban masa lalu sekaligus ikon budaya Provinsi Jambi. Karena itu, berbagai pihak berharap pengelolaan kawasan tersebut terus diperkuat sehingga nilai sejarah, budaya, pendidikan, dan ekonomi yang dimilikinya dapat berkembang secara berkelanjutan.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *