Ketua Masda Jabar: Batu Lingga Payung Manonjaya Merupakan Warisan Peradaban Sunda yang Sarat Nilai Sejarah dan Spiritualitas

Tasikmalaya, MPN – Keberadaan Batu Lingga Payung di kawasan Kabuyutan Gunung Payung, Dusun Awi Luar, Desa Sirnajaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, terus menjadi perhatian para pemerhati sejarah dan budaya Sunda. Situs yang kerap disebut sebagai salah satu lingga paling misterius dan fenomenal di Nusantara itu diyakini menyimpan jejak penting peradaban Kerajaan Galuh serta perjalanan spiritual tokoh Sunda Kuno, Bujangga Manik.

Ketua Majelis Adat (Masda) Jawa Barat, Abah Anton Charlian, mengatakan Batu Lingga Payung bukan sekadar peninggalan benda purbakala, tetapi merupakan simbol kebesaran peradaban Sunda yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang sangat tinggi.

“Menurut berbagai sumber sejarah dan tradisi yang berkembang di masyarakat, kawasan Kabuyutan Gunung Payung telah menjadi tempat yang disakralkan sejak masa Kerajaan Galuh. Situs ini patut dijaga, dilestarikan, dan dikaji secara ilmiah agar nilai sejarahnya dapat dipahami oleh generasi sekarang maupun mendatang,” ujar Abah Anton Charlian.

Menurutnya, sejumlah kisah yang tercantum dalam Naskah Bujangga Manik menyebutkan adanya sebuah tempat suci dengan lingga yang bertatahkan intan permata, yang oleh sebagian kalangan dikaitkan dengan Batu Lingga Payung. Naskah Sunda Kuno tersebut juga menceritakan keberadaan bangunan-bangunan yang didirikan sebagai tempat tinggal dan pertapaan di kawasan kabuyutan tersebut.

Selain Batu Lingga, kawasan Kabuyutan Gunung Payung juga memiliki sejumlah situs pendukung seperti Batu Pangasahan Maung, dua pohon Kiara Kursi yang telah berusia sangat tua, Cikahuripan sebagai tempat penyucian diri, hingga dua makam kuno yang dikenal sebagai makam Eyang Rama Gumulung Putih dan Eyang Ratu Gumulung Putih.

Abah Anton menambahkan, hingga saat ini masyarakat adat masih mempertahankan tradisi Nyagara Gunung dan Nyapu Beberesih Kabuyutan yang dilaksanakan pada bulan Maulud dan menjelang bulan Ramadan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta upaya menjaga kelestarian warisan budaya Sunda.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa berbagai kisah mengenai Batu Lingga Payung, termasuk kaitannya dengan Kerajaan Galuh maupun Bujangga Manik, masih memerlukan penelitian arkeologis, filologis, dan kajian akademik yang lebih mendalam agar dapat dipastikan berdasarkan bukti ilmiah. Oleh karena itu, situs tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan sejarah dan budaya Jawa Barat.

#MPN #MediaPolisiNasional #MasdaJabar #AbahAntonCharlian #BatuLinggaPayung #KabuyutanGunungPayung #Manonjaya #Tasikmalaya #KerajaanGaluh #BujanggaManik #SejarahSunda #BudayaSunda #PelestarianCagarBudaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *