JAMBI.MPN – Aroma tidak sedap yang diduga berasal dari pengelolaan limbah Rumah Sakit (RS) Baiturrahim kembali menuai keluhan warga. Sejumlah masyarakat yang bermukim di kawasan Lebak Bandung, Kota Jambi, mengaku terganggu akibat bau menyengat yang disebut kerap tercium hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kamis (18/06/2026)
Keluhan tersebut memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari pihak rumah sakit maupun instansi terkait.
“Baunya cukup menyengat dan sangat mengganggu, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi. Kami berharap ada tindakan dan penjelasan dari pihak terkait,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, aroma yang diduga berasal dari area pengelolaan limbah rumah sakit itu tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Mencuatnya keluhan ini pun menjadi perhatian publik dan mendorong adanya pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan sumber bau serta kondisi pengelolaan limbah yang sebenarnya.
Secara regulasi, pengelolaan limbah rumah sakit wajib memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengamanatkan setiap kegiatan usaha untuk mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juga menegaskan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan berkewajiban menyelenggarakan pengelolaan lingkungan yang memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.
Warga berharap dinas terkait, termasuk instansi yang membidangi lingkungan hidup dan kesehatan, dapat melakukan penelusuran dan pengawasan secara menyeluruh guna memastikan apakah bau yang dikeluhkan benar berasal dari aktivitas pengelolaan limbah rumah sakit atau dari sumber lain, sekaligus mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat.
Saat awak media ini berusaha mengkonfirmasi kepada salah satu pihak RS Baiturrahim melalui via chat WhatsApp Kamis (18/06/2026) pukul 19.10 wib. Pihak RS Baiturrahim enggan menjawab.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Baiturrahim belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga tersebut.
(Susi Lawati)




